Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

BKK Desa Berdaya 2021

DPMD Lamongan Launching 10 Desa Mandiri

Launching 10 ikon Desa Mandiri yang menerima Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa Berdaya 2021, di Aula Pertemuan Dinas PMD Lamongan, Selasa (28/12/2021)

Lamongan (beritajatim.com) – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lamongan melaunching 10 icon Desa Mandiri yang menerima Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa Berdaya 2021, di aula pertemuan dinas setempat.

Kepala Dinas PMD Lamongan Khusnul Yaqin mengungkapkan, 10 desa mandiri yang menerima program Desa Berdaya ini berhasil merampungkan semua panduan program dan aktivitas sesuai RAB (Rencana Anggaran Belanja) yang diajukan.

“Alhamdulillah, secara umum 10 Desa Mandiri yang diberi BKK Desa Mandiri 2021 telah menyelesaikan semua program yang ada, termasuk membuat video branding desa masing-masing sebagai upaya publikasi ikon Desa Mandiri,” ujar Khusnul saat dikonfirmasi, Selasa (28/12/2021).

Dengan dilaunchingnya icon 10 desa mandiri, secara otomatis Program Desa Berdaya 2021 yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini resmi berakhir. “Beberapa desa sebenarnya sudah melakukannya secara mandiri, ada 5 sampai 6 desa, yang merupakan bagian penting program Desa Berdaya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Khusnul menjelaskan, setelah dilakukan evaluasi terhadap proses launching di beberapa desa ini, maka Dinas PMD Lamongan bersama 10 Desa Mandiri perlu melakukan kegiatan lanjutan. Menurutnya, hal itu demi mempertegas ikon branding desa mandiri agar lebih dikenal secara luas.

“Dari hasil evaluasi, kegiatan ini perlu ditindaklanjuti, agar icon branding program desa berdaya ini semakin go publik, menasional. Kegiatan lanjutan itu semacam gathering, yang bertempat di Desa Banjarwati, untuk mempublikasi ikon branding dari 10 desa mandiri secara lebih luas,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TA-PM) Kabupaten Lamongan, Iskandar NH menuturkan, pihaknya secara khusus telah menginisiasi pembentukan Forum Desa Mandiri sebagai wahana komunikasi dan pemberdayaan desa-desa mandiri di Lamongan.

“Di Kabupaten Lamongan ada 34 Desa Mandiri sesuai hasil survei IDM 2021. Keberadaan 34 desa mandiri, termasuk 10 desa mandiri yang mendapatkan BKK Desa Berdaya ini akan dibuatkan forum bernama Forum Desa Mandiri. Semoga saat acara gathering mendatang bisa diwujudkan,” tutur Iskandar.

Sementara itu, Yuristiarso Hidayat, yang juga selaku TA-PM Kabupaten Lamongan menambahkan, saat ini wilayah dampingannya semakin menunjukkan geliat perekonomian yang luar biasa.

“Fakta profil 10 Desa Mandiri yang dipaparkan di Pemkab Lamongan ini mendapat apresiasi dari sejumlah pihak, termasuk pimpinan Bank Indonesia Surabaya yang hadir. Kedepan, 34 desa mandiri termasuk 10 desa yang dapat program desa berdaya ini akan dibina khusus,” jelas Yuris.

Lebih jauh, Yuris mengatakan, geliat perekonomian yang luar biasa tersebut terjadi seiring dengan gencarnya Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi dalam mendorong daerahnya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jatim.

“Keinginan Bupati YES menjadikan Lamongan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi tentu harus diback-up penuh oleh perekonomian desa-desa yang ada. Sehingga, problem kemiskinan ekstrem yang ada di Lamongan bisa segera dihalau,” tandasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini yakni sejumlah 10 Kepala Desa (Kades) terkait, Tim Kreatif dan Pendamping Desa masing-masing, serta Kabid Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat Desa Dinas PMD Lamongan, Rahadi Puguh Raharjo. [riq/suf]

Daftar 10 Desa Mandiri yang mendapat program BKK dan ikon branding

1. Desa Paciran Kecamatan Paciran, dengan icon branding TKP dan Pusat Oleh-Oleh 1001
2. Desa Tunggul Kecamatan Paciran, dengan icon branding Rest Area Tunggul Wulung dan Wisata Petik Jambu Air.
3. Desa Kranji Kecamatan Paciran, dengan icon branding Wisata Air Hangat Brumbun
4. Desa Banjarwati Kecamatan Paciran, dengan icon Wisata Religius Mbah Mayang Madu.
5. Desa Karanggeneng Kecamatan Karanggeneng, dengan Pasar Cidere dan Pusat Oleh-Oleh UMKM
6. Desa Latukan Kecamatan Karanggeneng dengan Sentra Budidaya Ikan Koi
7. Desa Sekaran Kecamatan Sekaran, dengan Rumah Mogot, pengolahan sampah organik.
8. Desa Bulutengger Kecamatan Sekaran, dengan Sentra Art of Letter
9. Desa Sedayulawas Kecamatan Brondong dengan Depo Air Isi Ulang, embrio industri pengolahan air dalam kemasan dan SPAM.
10. Desa Sugio Kecamatan Sugio dengan icon Alun-Alun Desanya.


Apa Reaksi Anda?

Komentar