Politik Pemerintahan

DPD ProJo Jatim: Perintah Visi Indonesia Maju Delivered Harus Sampai Pada Rakyat

Ketua Kominfo DPD Relawan Pro Jojowi (ProJo) Jawa Timur, Azhari Hasan.

Malang (beritajatim.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah dilantik 20 Oktober 2019 beberapa hari lalu. Amanat Presiden Jokowi, jangan ada visi dan misi menteri, yang ada adalah visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden.

Menanggapi hal itu, Ketua Kominfo DPD Relawan Pro Jojowi (ProJo) Jawa Timur, Azhari Hasanmengatakan berterimakasih kepada seluruh komponen, partisipan, dan relawan Jojowi se Indonesia atas upaya dan ikhtiarnya mengantarkan Jokowi dalam pelantikan 20 Oktober 2019 lalu untuk menuju Indonesia Maju dan sukses.

“Pesan Pak Jokowi, berharap penunjukkan para menteri dan jajarannya agar ada terobosan dan sinergi antar kementerian secara delivered bukan hanya terkirim dan dilaporkan. Jokowi menginginkan benar-benar delivered, atau diterima langsung oleh rakyat,” ungkap Azhari, Jumat (25/10/2019) selepas menunaikan salat Jumat di Masjid Agung Baiturahman Kepanjen, Kabupaten Malang, siang ini.

Kata Azhari, setelah ini kita harus kerja cepat, kerja keras, rakyat harus benar-benar menerimanya apa yang diupayakan pemerintah dalam programnya. “Tidak terjebak rutinitas monoton begitu-begitu saja para penyelenggara pemerintah, harus delivered bukan hanya laporan send to (terkirim) dipastikan sampai kepada rakyat, harus sampai dan kita cek nantinya,” tegas Azhari.

Azhari menambahkan, DPD ProJo Jatim terus memantau dan mengawal pemerintahan yang baik. ProJo Jatim, akan memastikan pula siapa yang serius dan tidak serius melaksanakan visi Indonesia Maju. “Bagi penyelenggara negara yang tidak sungguh-sungguh dalam bekerja, hati-hati bisa kita laporkan dan kita rekomended agar dicopot di tengah jalan kepada Presiden,” terang Azhari.

Maka dari itu, Azhari menambahkan, target Delivered itu harus model baru, cara baru dalam pelaksanaannya. Berinovasi mendukung kebijakan Presiden Jokowi.

“Kita semua harus mau dan akan kita paksa untuk mau. Kita harus meninggalkan cara-cara lama, pola-pola lama sesuai arahan Presiden Jokowi,” pungkas Azhari. (yog/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar