Politik Pemerintahan

DPC PDIP Minta Maaf kepada Rakyat Jember

Jember (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Jawa Timur, meminta maaf kepada masyarakat terkait dengan munculnya ketidakpuasan terhadap pemerintahan Bupati Faida dan Wakil Bupati Abdul Muqiet Arief.

Sekretaris DPC PDIP Jember Bambang Wahjoe mengatakan, partai pendukung dan pengusung tidak pernah diajak bicara. Komunikasi politik yang terjadi selama ini sangat buruk. “Sampai hari ini komunikasi itu tidak bisa diperbaiki. Saya melihat bupati dan wakil bupati berjalan dengan iramanya sendiri, membuat keputusan juga tidak pernah mengajak rembuk partai pengusungnya,” katanya.

“Oleh sebab itu, sekali lagi saya perlu menyampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Jember, karena kami salah merekomendasikan bupati dan wakil bupati pada pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2015,” kata Bambang.

“Sebagai bentuk tanggung jawab kami, maka kami sekali lagi dengan tegas akan melakukan fungsi yang diberikan undang-undang kepada kami sebagai partai politik. Kami punya alat kepanjangan tangan partai di DPRD Jember bernama fraksi, dan fraksi inilah yang kami tugasi untuk terus-menerus melakukan fungsi kontrol dan salah satunya adalah interpelasi,” kata Bambang.

Bambang mengatakan, interpelasi adalah bentuk kepatuhan PDIP kepada undang-undang. “Kalau memang interpelasi tak diindahkan, maka dengan tegas kami nyatakan, PDI Perjuangan akan menggunakan hak angket. Kalau hak angket tak diindahkan, maka kami dengan tegas pula akan menggunakan hak menyatakan pendapat tentang bagaimana mengenai pemerintahan di Jember,” katanya.

PDIP tidak akan langsung menggunakan hak angket. “Ini karena kami masih positive thinking,” kata Bambang. Ia berharap bupati dan wakil bupati bisa bekerja dengan baik untuk kemaslahatan masyarakat Jember.

Sementara itu, Wakil Bupati Abdul Muqiet Arief tak mau berburuk sangka terhadap PDI Perjuangan terkait interpelasi. “Saya selalu positive thinking. Apakah itu interpelasi atau segala macam adalah dinamika,” katanya.

Soal permintaan maaf yang dilontarkan Bambang, Muqiet menilai pernyataan itu tak mewakili publik. “Mungkin beliau bisa saja mengatakan seperti itu, tapi tidak mewakili masyarakat Jember,” katanya.

Muqiet sendiri menghargai penilaian tersebut. Namun dia setuju jika komunikasi dengan partai pendukung dan pengusung dalam pemilihan bupati dan wakil bupati 2015 perlu ditingkatkan agar lebih harmonis. [wir/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar