Politik Pemerintahan

DP3AKB Kota Mojokerto Sosialisasi Perda Kota Layak Anak

Sosialisasi yang digelar DP3AKB Kota Mojokerto di aula Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Mojokerto sosialisasi terkait Perda Nomor 4 tahun 2017 tentang Kota Layak Anak (KLA) dan Konvensi Hak Anak (KHA), Kamis (5/3/2020). Acara yang digelar di aula Kecamatan Magersari untuk menyambut Evaluasi KLA Tahun 2020.

Selain melakukan sosialisasi, DP3AKB Kota Mojokerto juga gencar melakukan pembinaan Sekolah Ramah Anak (SRA) di seluruh Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kota Mojokerto. Evaluasi KLA tahun 2020 sendiri akan dimulai mulai tanggal 21 Maret hingga tanggal 11 April 2020.

“Untuk tahapan pertama, kita kumpulkan seluruh stakeholder untuk bersama-sama diedukasi dan diajak berperan dalam mewujudkan dan mempertahankan Kota Mojokerto sebagai KLA. Dan kali ini kita menghadirkan nara sumber DR Arie Cahyono, S.STP, MSi dari Badan Diklat Provinsi Jawa Timur,” ungkap, Plt Kepala DP3AKB Kota Mojokerto, M Imron.

Masih kata Imron, Kota Mojokerto sejak tahun 2017 telah mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak sebagai KLA Tingkat Pratama. Dan pada tahun 2019 predikatnya naik dari Pratama menjadi Madya. Pihaknya berharap, di tahun 2020 predikat tersebut bisa dipertahankan.

“Semua ini berkat kerjasama semua stakeholder yang ada di Kota Mojokerto dan Kementerian Agama Kota Mojokerto untuk mewujudkan program pemenuhan hak anak dalam segala bidang. Sebagai tindak lanjut dari percepatan KLA, kita bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kemenag telah melakukan pembinaan Sekolah Ramah Anak (SRA),” katanya.

Sebagai implementasinya, lanjut Imron, pada tanggal 26 hingga 27 Pebruari 2020 yang lalu telah dilaksanakan kegiatan penilaian SRA di sekolah tingkat SD, MI dan SMP tingkat Kota Mojokerto. Keberadaan SRA di Kota Mojokerto sangat penting mengingat pada evaluasi KLA tahun 2020 salah satu indikator dalam penilaiannya adalah bagaimana pemenuhan hak anak dalam bidang pendidikan.

“Semoga dengan digelarnya sosialisasi ini, kita akan mengetahui dan sadar bahwa pemenuhan hak anak agar tetap hidup, tumbuh dan berkembang serta berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan tidak hanya menjadi tanggung jawab dan kewajiban pemerintah saja tetapi merupakan kewajiban dan tanggung jawab bersama,” tegasnya. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar