Politik Pemerintahan

Dorong Produktifitas Hasil Pertanian, Pemkab Mojokerto Kerjasama dengan PT Wilmar Padi Indonesia

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Dinas Pertanian menjalin kerjasama dengan PT Wilmar Padi Indonesia dalam upaya meningkatkan hasil panen padi melalui metode demonstrasi plot (demplot). Metode ini dilakukan dengan memberi penyuluhan langsung kepada petani.

Yakni dengan membuat lahan percontohan untuk mendorong produktifitas dan hasil pertanian, penggunaan pupuk secara tepat dan berimbang sehingga hasil panen lebih maksimal. Secara spesifik, kerjasama yang dilakukan berfokus pada peningkatan peningkatan produksi padi menggunakan demplot serta pengolahan padi dengan menampung hasil produksi petani.

Kerjasama ini diharapkan mampu menyejahterakan petani, seiring dengan meningkatnya hasil produksi padi. Sebagai imbal balik, PT Wilmar Padi Indonesia bisa mendapatkan keuntungan dari pengolahan padi para petani. Program demplot PT. Wilmar Padi Indonesia di Kabupaten Mojokerto, tersebar pada 13 titik di 18 kecamatan.

Per hektar lahan akan diberi perlakuan pemupukan menggunakan pupuk PT Wilmar yakni Mahkota sebanyak 50 persen, dan 50 persennya lagi menggunakan perawatan petani sendiri. Pupuk Mahkota PT Wilmar Padi Indonesia diklaim berhasil meningkatkan produksi padi hingga 33 persen, setelah diterapkan di daerah lain di Jawa Timur.

Hasil ini tentunya juga diharapkan terwujud di Kabupaten Mojokerto, yang akan memulai masa panennya pada akhir November 2020 hingga Januari 2021. Tujuan akhirnya sangat jelas, petani akan diuntungkan jika pemakaian pupuk lebih efisien dengan hasil lebih besar. PT Wilmar juga telah menyatakan kesediaan untuk menyuplai pupuk bagi para petani.

Yakni dengan menanggung kerugian apabila hasil panen tidak sesuai yang ditawarkan. Hasil panen pun selanjutnya akan dibeli langsung oleh PT Wilmar. Hal tersebut disampaikan pada pertemuan dan audiensi bersama Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo di ruang Satya Bina Karya (SBK) Pemkab Mojokerto.

“Kita sebelumnya sudah melaksanakan di beberapa daerah di Jawa Timur dan berjalan baik. Teknisnya, kami suplai pupuk untuk petani, kalau nanti panen gagal kami siap untuk mengganti kerugiannya. Kalau sukses, kita akan membeli dengan harga pasaran, mengingat pupuk subsidi sekarang agak susah diperoleh,” kata perwakilan PT Wilmar Padi Indonesia.

Sementara itu, Pjs Bupati Mojokerto, Himawan Estu Bagijo menyatakan dukungan atas kerjasama tersebut. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur ini bahkan memproyeksikan panen demplot padi akan mendorong pendapatan para petani. Bahkan, dapat dimanfaatkan sebagai destinasi wisata pertanian.

“Someday, panen-panen begini itu bisa dibuat wisata, seperti wisata panen padi. Kita bisa berdayakan warga sekitar untuk mengelola. Saya rasa kerjasama ini akan mampu mendorong pendapatan petani-petani kita bahkan pendapatan Jawa Timur,” kata Pjs Bupati Mojokerto didampingi Ketua Dinas Pertanian Pemkab Mojokerto, Teguh Gunarko. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar