Politik Pemerintahan

Doktor Universitas Jember: Hendy-Firjaun Warisi Piring Pecah

Muhammad Iqbal, doktor komunikasi politik Fisip Unej. [foto: Oryza A. Wirawan]

Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman resmi dilantik menjadi duet pemimpin Kabupaten Jember, Jawa Timur, di Gedung Grahadi, Surabaya, Jumat (26/2/2021). Mereka punya pekerjaan rumah berat.

“Bagaimanapun juga pemerintahan Bupati Hendy dan Wakil Bipati Gus Firjaun mewarisi bukan hanya piring kotor, tapi piring pecah. Ada sekian banyak persoalan, terutama yang terkait dengan birokrasi yang tidak sesuai peraturan perundang-undangan,” kata Muhammad Iqbal, doktor ilmu komunikasi politik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember.

Selain itu, Hendy-Firjaun terbebani dengan kondisi belum adanya anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang menjadi dasar program pembangunan. “Hari pertama setelah dilantik, saya kira, Pak Hendy dan Gus Firjaun harus sesegera mungkin membuat langkah-langkah strategis dan sinergis untuk membenahi normalisasi birokrasi,” kata Iqbal.

“Kedua, untuk memastikan APBD harus betul-betul prudent dan siap. Itu tidak bisa dilakukan berlama-lama, tapi harus sesegera mungkin. Langkah pertama sinerginya dengan DPRD untuk membahas. Kemudian di hari pertama memastikan organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada dan sudah ditegaskan pelaksana harian bupati, siap melakukan langkah-langkah ‘gaspol’,” kata Iqbal.

“Kita tahu semua, apa yang terjadi lima tahun belakangan ini, tepatnya satu tahun belakangan, sempat membuat masyarakat berhenti, dalam arti pembangunan tidak ada, anggaran tidak ada, dan banyak lagi. Jadi itu langkah pertama yang harus dipastikan,” kata Iqbal.

Iqbal menyarankan kepada masyarakat dan para jurnalis agar menjadi pengawas. “Menjadi watch dog untuk impelementasi pembahasan rancangan peraturan daerah APBD sampai kepada pelaksanaan, bagaimana pemenuhan janji-janji selama masa kampanye, terutama mengembalikan hak-hak rakyat Jember, termasuk hak-hak DPRD,” katanya.

Menurut Iqbal, semua harus memberikan dukungan dan pengawasan. “Kita seluruh elemen masyarakat harus merasa punya perubahan yang lebih baik,” katanya.

Iqbal mengingatkan bahwa bupati dan wakil bupati adalah simbol kepemimpinan daerah. “Yang justru menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat adalah organisasi perangkat daerah (OPD). Jadi untuk bisa membuat langgam yang harmoni dan suaranya begitu merdu untuk menjalankan orkestra pembangunan Jember, maka tiap-tiap OPD sudah seharusnya pada hari pertama dipertemukan dalam satu forum,” katanya.

“Style leadership yang dimiliki Haji Hendy dan Gus Firjaun tidak boleh lagi mengulang lima tahun sebelumnya yang mungkin lebih otoriter. Ke depan harus dilakukan dengan cara-cara yang humanis dan sesuai dengan meritokrasinya, sesuai dengan kompetensinya,” kata Iqbal.

Hendy-Firjaun harus segera memastikan Kedudukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (KSOTK) Pemkab Jember dan APBD 2021. Iqbal mengibaratkan KSOTK bagaikan kamar rumah baru yang dihuni OPD. [wir/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar