Politik Pemerintahan

Debat Putaran III Pilkada Jember

Doktor Unej: Debat Kandidat Bukan Semata untuk Menangi Pilkada

Jember (beritajatim.com) – Inti dari debat kandidat dalam pemilihan kepala daerah bukanlah semata untuk memenangi kontestasi, namun untuk membiarkan kebenaran muncul dan menang. Demikian pendapat Muhammad Iqbal, doktor ilmu komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Jember, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (3/12/2020).

“Seluruh rangkaian dan akhir dari debat bukanlah memaksa publik memahami tentang kasus mana atau program dan janji kandidat mana yang lebih kuat. Namun sejauh mana seluruh proses kontestasi pilkada dapat mengedukasi penonton acara debat dan seluruh masyarakat,” kata Iqbal.

Baca Juga:

    Menurut Iqbal, debat sesungguhnya bukan hanya soal aturan yang tersurat, tapi juga terikat oleh aturan yang tersirat. “Nalar rasional lebih diistimewakan daripada gejolak emosi. Argumen dianggap lebih unggul dari sekadar jargon. Ada sekian banyak bukti. Bukti-bukti itu dapat mengarahkan pemilih untuk menolak hasutan dan polemik untuk kasus nyata masuk akal,” jelasnya.

    Pria kelahiran Surabaya ini berpendapat, ada lebih banyak konteks serta konstelasi politik maupun diskresi kebijakan yang sangat politis dan pelik. “Dalam debat, kandidat tidak bisa merasa lebih unggul ketika berlindung di balik jargon dan orasi yang ulung,” katanya.

    “Kandidat punya tanggung jawab moral dan konstitusional, bahkan spiritual, untuk mendidik para pemilih dalam pilkada Jember, dengan deliberasi. Aktif mendorong terbuka lebarnya partisipasi publik untuk untuk nasib Kabupaten Jember lima tahun mendatang,” kata Iqbal.

    Pilkada Jember diikuti tiga pasang kandidat yakni pasangan Faida dan Dwi Arya Nugraha Oktavianto, Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman, dan Abdus Salam dan Ifan Ariadna Wijaya. Mereka sudah mengikuti tiga putaran debat kandidat di Studio JTV, Surabaya. Terakhir, acara debat digelat pada Selasa (1/12/2020). [wir/kun]



    Apa Reaksi Anda?

    Komentar