Politik Pemerintahan

Doktor Komunikasi Unej: Hendy-Firjaun Bakal Gas Pol

Hendy Siswanto (kiri) dan Gus Firjaun

Jember (beritajatim.com) – Muhammad Iqbal, doktor ilmu komunikasi politik Universitas Jember, mengatakan, pernyataan duet pemenang pemilihan kepala daerah Jember, Jawa Timur, Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman akan bergerak cepat mengatasi banyaknya masalah di kota ini sangat penting dan melegakan.

Pernyataan ini disampaikan Hendy-Firjaun usai penetapan pemenang pilkada oleh Komisi Pemilihan Umum Jember, di Hotel Aston, Jumat (22/1/2021). “Saya yakin Haji Hendy dan Gus Firjaun akan gas pol membenahi kompleksitas dan sengkarut persoalan Jember usai dilantik jadi bupati dan wakil bupati,” kata Iqbal, Senin (25/1/2021).

Hendy memang menyatakan di hadapan wartawan, bahwa akan berkoordinasi dengan DPRD Jember dan birokrat pemkab. “Mudah-mudahan setelah dilantik, kami bisa melakukan percepatan-percepatan, dan kami berharap teman-teman dari unsur pemerintahan birokrat bisa menyesuaikan speed kami nanti, agar masyarakat Jember segera terlayani. Karena Jember lapar sekarang ini,” katanya.

Iqbal mengatakan, pernyataan tersebut mengandung sejumlah harapan. Namun ia mengingatkan kepada Hendy-Firjaun agar tak salah langkah. “Secara komunikasi politik, situasi di Jember saat ini merupakan bentuk efek limpahan atau spillover effect warisan Bupati Faida. Jika pemimpin baru salah langkah, maka nasib banyak orang bisa tak menentu dan kehilangan arah,” katanya.

Menurut Iqbal, hal tersebut merupakan karakteristik dari the hyperlinked society. “Hyperlinked society atau masyarakat yang saling terhubung berkat teknologi jelas akan begitu mudah mengakses maupun merasakan sentimen positif atau negatif dari semua voice of policy maker, pernyataan pembuat kebijakan,” katanya.

“Langkah utama menjelang pelantikan resmi yang paling mendasar dilakukan adalah analysis of the logic of connective action. Maka, sudah benar dan sangat lugas kalau Haji Hendy mengatakan tiap hari adalah prioritas mencari solusi dengan semangat deliberasi, melibatkan banyak partisipasi dan merangkul insan media,” tambah alumnus Universitas Indonesia ini.

Iqbal mengapresiasi semangat Hendy dan Firjaun untuk melibatkan semua pihak, baik jajaran birokrasi pemerintahan, pengusaha, masyarakat maupun kubu pasangan calon Abdussalam dan Ifan Ariadna. “Secara komunikasi politik jelas ini bentuk nyata dari logika aksi konektif. Berdasarkan teori inilah slogan kampanye Hendy-Firjaun Wes Wayahe Mbenahi Jember dengan tiga prinsip yaitu sinergi, kolaborasi dan akselerasi, sangat mudah dimengerti dan tergambar secara rinci,” katanya. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar