Politik Pemerintahan

Doktor Komunikasi Politik Unej: Elektabilitas Petahana Jember Seharusnya Lebihi 50 Persen

Doktor ilmu komunikasi Universitas Jember, Muhammad Iqbal

Jember (beritajatim.com) – Muhammad Iqbal, dosen ilmu komunikasi politik Universitas Jember, menilai, elektabilitas calon bupati petahana Jember, Faida, tidak signifikan jika dibandingkan masa pemerintahannya sejak 2016 hingga saat ini.

Penilaian Iqbal ini didasarkan pada hasil survei Politika Research and Consulting (PRC) terhadap pilkada di Jember, Jawa Timur. Berdasarkan survei dengan pertanyaan tertutup, pasangan Faida – Dwi Arya Nugraha Oktavianto mendapatkan 35,6 persen. Mereka ditempel ketat pasangan Hendy Siswanto – Muhammad Balya Firjaun Barlaman yang mendapat 35,2 persen. Terakhir pasangan Abdus Salam – Ifan Arianda meraih 12,6 persen.

Ketatnya hasil ini diperteguh dengan hasil dalam uji pertanyaan terbuka elektabilitas (top of mind). Petahana Faida – Dwi Arya Nugraha Oktavianto memperoleh suara 31,8 persen. Hendy Siswanto – Balya Firjaun Barlaman mendapatkan 30,4 persen. Terakhir, kandidat dengan nomor urut 3, Abdussalam – Ifan Ariadna Wijaya hanya memperoleh 11,4 persen.

“Seharusnya elektabilitas petahana di atas 50 persen. Jika kemudian ada pembelaan diri tidak didukung kekuatan partai politik di parlemen, itu makin membuktikan bahwa kepemimpinan petahana selama lima tahun ini tidak didukung wakil rakyat yang merupakan representasi masyarakat di Jember,” kata Iqbal, Sabtu (5/12/2020).

Hasil survei ini menunjukkan bahwa masyarakat Jember menginginkan perubahan. “Masyarakat menginginkan ada satu perubahan kepemimpinan, karena kalau memang tidak ingin ada perubahan, angka elektoral petahana seharusnya di atas 50 persen,” kata Iqbal.

Dalam pertanyaan soal top of mind, sebanyak 26,4 persen responden masih belum atau tidak menentukan pilihan. Sementara dalam pertanyaan tertutup (closed option), ada 16,6 persen responden yang masih belum atau tidak menentukan pilihan. Iqbal memperkirakan, bahwa pemilih yang masih belum menentukan pilihan sebenarnya sudah memiliki pilihan, tapi memilih untuk merahasiakannya. [wir/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar