Politik Pemerintahan

Pilbup Kediri 2020

Dokter Sukma Bakal Perjuangkan Kesejahteraan Guru Honorer

Kediri (beritajatim.com) – Kegelisahan para guru honorer dan Guru Tidak Tetap (GTT) di Kabupaten Kediri yang menerima honor minim menjadi perhatian tersendiri bagi dr. Sukma Sahadewa. Bakal Calon Bupati Kediri dari kalangan akademisi ini merasa prihatin dengan nasib mereka.

“Saya bertemu dengan beberapa GTT. Saya ini juga guru, karena dosen. Kalau gajinya hanya beberapa rupiah, dan tidak cukup, tentu sangat prihatin. Saya melihat beberapa sekolah Negeri gurunya tidak mencukupi, sehingga dibantu oleh Guru Tidak Tetap, maka kesejahteranya harus kita tingkatnya,” kata Sukma usai mendaftarkan diri dalam penjaringan di DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri, Jumat (7/2/2020).

Sukma telah bertemu dengan sejumlah GTT yang sebelumnya menuntut kesejahteraan. Dalam pertemuan, guru berkeluh-kesah kepadanya. Beberapa GTT mengaku, mendapat honor antara Rp 200 – 250 ribu sebulan. Dan yang paling menyakitkan adalah wacana implementasi amanat Undang-undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdampak pada nasib GTT dan PTT menjadi belum jelas.

Menurut Sukma, masih ada jalan untuk mendapatkan solusi dari persoalan yang dihadapi para guru honorer. “Kalau di tempat lain bisa diselesaikan, kenapa disini tidak bisa. Saya masih yakin bisa diatasi, asalkan ada kemauan dan kemampuan,” ungkap pria yang mengaku juga dibesarkan dari kalangan guru pendidik ini.

Masih kata Sukma, untuk mengangkat status GTT menjadi guru Negeri, memang tidak diperbolehkan secara aturan. Maka, dirinya sepakat untuk mengikuti aturan tersebut. Namun, kebijakan yang diambil, apabila dirinya dipercaya oleh masyarakat Kabupaten Kediri menjadi pemimpin adalah membuat sebuah terobosan untuk mensejahterakan mereka dari sisi penggajian.

“Kalau aturan memang harus kita taati. Namun, harus terkait dengan pola yang ada di propinsi dan juga Nasional. Hanya saja yang bisa dilakukan Pemimipin di Kabupaten Kediri adalah mensejahterakan mereka. Kita naikkan gajinya beberapa kali lipat. Tentunya harus kita rapatkan dengan beberapa pihak,” imbuh Sukma.

Dalam menaikkan honor guru, menurut Sukma tetap melihat kemampuan anggaran. Mengingat, jumlah GTT dan PTT di Kabupaten Kediri cukup besar yakni, sekitar 4 ribuan orang. Namun Sukma yakin, apabila ia mampu untuk mengerek Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kediri nantinya. Salah satu caranya dengan mempermudah akses masuknya investor. Sehingga, untuk menaikkan honor guru, tidak akan membebani APBD.

“Kita harus mempunyai suatu alokasi dana PAD yang cukup. Ivestasi yang ada didalam yang harus kita bangun secara utuh. Dan hasil pembangunan itu diserahkan kepada guru, bukan kepada orang yang membutuhkan. Ini yang harus kita bangun, sehingga tidak membebani APBD. Kita harus mengoptimalkan dan saya rasa mampu. Tetapi jumlahya kita yang tidak bisa menentkan, karena kita harus berunding dengan GTT dan rapat dengan legislasi (DPRD) untuk menyamakan persepsi. Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah rasio guru dan siswa yang harus ada aturannya yang tepat,” jlentrehnya.

Sebagai seorang dosen, Sukma sangat menjunjung tinggi profesi guru. Terlebih orang tuanya juga seorang guru. Baginya, guru adalah sosok paling mulia. Guru mendidik generasi Bangsa dengan ahlak atau budi pekerti yang baik. “Guru itu betul – betul semangat kita. Apalagi sama dengan profesi saya, sebagai gurunya mahasiswa, dan bapak saya juga guru. Guru sangat penting sekali, karena modal awal dalam membangun SDM,” tutupnya.

Untuk diketahui, Partai Golkar dengan enam kursi di DPRD Kabupaten Kediri menjadi magnet banyak kandidat calon yang maju dalam bursa Pemilihan Bupati Kediri 2020. Sudah ada enam orang bakal calon Bupati Kediri dan satu calon Wakil Bupati Kediri yang mendaftar, salah satunya dr. Sukma Sahadewa.

Sukma menawarkan progam ‘Nawa Satya Candabirawa’. Progam itu berupa 9 kesetiaan kepada Kabupaten Kediri. Dimana, untuk membangun Kabupaten Kediri ini harus sinergis bersama-sama. Progam itu mulai dari pendidikan, kesehatan, pertanian, olahraga, pemuda serta perberdayaan UMKM.

Sementara alasan dr. Sukma mendaftar ke Partai Golkar karena merupakan partai senior yang mempunyai akar rumput yang luar biasa. Sebab, untuk membangun Kabupaten Kediri tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus bersama partai, organisasi dan elemen masyarakat lainnya termasuk kalangan media.

Terkait dengan bakal calon wakil bupati yang akan mendampinginya kata Sukma hingga kini masih digodok. Menurutnya, posisi wakilnya nanti tidak hanya sebagai ban serep, tapi satu kesatuan yang utuh dalam pemerintahan. [nm/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar