Politik Pemerintahan

Doa untuk KRI Nanggala 402

Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemkab Banyuwangi mengajak para santri di Pesantren Mabadiul Ihsan, Tegalsari turut mendoakan terhadap awak kapal selam KRI Nanggala 402. Mengingat hingga empat hari pasca dinyatakan hilang, kapal selam berawak 53 personel itu belum juga ditemukan.

“Kita berdoa kepada Allah SWT, semoga para awak KRI Nanggala 402 diberikan keselamatan. Para tim yang melakukan evakuasi juga diberikan kemudahan,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Sabtu (24/4/2021).

Atas lantunan doa, kata Ipuk, berharap adanya keajaiban dari Tuhan untuk para awak KRI Nanggala 402. “Semoga berkah Ramadan ini, ada keajaiban untuk keselamatan para awak KRI Nanggala,” tuturnya.

Doa bersama sendiri dipimpin langsung oleh Pengasuh Pesantren Mabadiul Ihsan, KH. Masykur. Selain itu, juga diisi dengan tausiyah oleh Habib Husein bin Ali Assegaf. Dalam tausiyahnya, beliau menyebutkan semua yang terjadi di dunia ini atas kehendak Allah SWT. Tak terkecuali tenggelamnya kapal yang berjuluk monster laut tersebut.

“Apapun yang terjadi pada kapal tersebut serta seluruh awaknya adalah takdir dari Allah. Pasti ada hikmahnya. Jika ditakdirkan oleh Allah SWT, para awak tersebut harus pulang keharibaan-Nya, semoga diterima sebagai para syuhada. Hamba yang wafat sebagai seorang syahid,” pungkasnya.

Selain sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, turut hadir dalam acara doa Komandan Lanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Eros Wasis.

Seperti diketahui, kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak sejak beberapa hari lalu, kini dikabarkan telah tenggelam di perairan Bali yang tak jauh dari Banyuwangi. Namun, para awak yang berjumlah 53 orang belum terkonfirmasi keberadaannya. [rin/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar