Politik Pemerintahan

DMI Surabaya Setujui Usul JK

Surabaya (beritajatim.com) – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Surabaya mengaku setuju usulan dari Ketua DMI Indonesia, Jusuf Kalla, yang memberikan saran agar salat jumat digelar 2 gelombang selama pandemi.

Menurut Ketua DMI Kota Surabaya Arif Afandi, usulan JK adalah salah satu opsi yang bisa dilaksanakan oleh para pengurus masjid di Kota Surabaya, dalam menerapkan protokol salat Jumat.

Arif mengatakan, usulan dari JK tentu sudah dilandasi dengan pendapat ulama. Maka dari itu, DMI Kota surabaya membebaskan pengurus masjid untuk bisa ikut opsi JK ataupun tidak.

“Karena itu, DMI Surabaya mempersilahkan jika ingin mengikuti fatwa yg membolehkan salah Jumat 2 gelombang. Monggo saja. Namun yang tidak mau ikut, dengan alasan fatwa atau acuan fiqih yang lain ya monggo,” kata Arif, Rabu 17 Juni 2020 di Kota Surabaya.

Meski membebaskan para masjid untuk mengikuti atau tidak opsi JK, ia tetap meminta dan mengimbau seluruh masjid di Kota Surabaya untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, guna pencegahan covid-19 saat penyelenggaraan salat jumat berjamaah.

Sebab saat ini menurut Wakil Walikota Surabaya tahun 2005-2010 itu, tingkat penyebaran covid-19 di Kota Surabaya masih tinggi. Ia tak mau, masjid menjadi salah satu titik penularan covid-19.

“Jangan sampai masjid menjadi cluster penularan pandemi Corona ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Jusuf Kalla membuat gebrakan baru untuk menggelar ibadah salat Jumat di tengah masa pandemi New Normal ini, yakni dengan menggunakan skema salat ganjil genap berdasarkan dari nomor handphone.

Menurutnya, upaya ini adalah untuk mengurangi penumpukan jamaah sehingga tidak terjadi penularan virus corona atau Covid-19.

“Kalau dulu jaga shaf dan rapatkan, sekarang terbalik jaga shaf dan longgarkan,” kata JK di gedung negara Grahadi tadi pagi.

Namun kata JK, konsep ganjil genap ini masih akan dimatangkan. karena berdasar penelitiannya ketika pemberlakuan salat Jumat pertama 12 Juni 2020 lalu, karena di dalam terbatas sehingga banyak orang yang justru salat di jalanan. [ifw/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar