Politik Pemerintahan

DLH Kabupaten Kediri Perluas TPA Sekoto Sistem Sanitary Land fill

Kediri (beritajatim.com) – Semakin banyaknya sampah yang dihasilkan dari masyarakat yang harus di olah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri, berinovasi membuat sistem penanganan berbasis Sanitary Landfill yang mempunyai arti sistem pengelolaan atau pemusnahan sampah dengan cara membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung, memadatkannya dan kemudian menimbunnya dengan tanah.

Kali ini di implementasikan di tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang terletak di Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri. Keunggulan daripada sistem ini salah satunya adalah menghilangkan bau yang tak sedap yang disebabkan oleh proses sampah akhir (TPA).

Towil Umur, Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Kebersihan dan Pengelolaan DLH Kabupaten Kediri mengatakan, pengelolaan sampah untuk Kabupaten Kediri harus menggunakan sistem Sanitary Landfill karena merupakan kota yang berbasis padat penduduk.

PltKabid Kebersihan dan Pengelolaan DLH Kabupaten Kediri Towil.

“Teknis Bangunan ini sudah menggunakan Sanitary Landfill, yakni secara teknis lapisan bawah sudah diberi pengaman, sehingga tidak ada limbah yang keluar dari lapisan tanah. Diharapkan tidak akan ada bau yang keluar,” kata Towil.

Dalam konstruksi Sanitary Landfill bagian dasar terdapat lapisan bahan kedap air yang dilengkapi dengan pipa pengumpul dan penyalur air yang terbentuk dari proses penguraian sampah organik. Sistem sanitary landfill ini berguna untuk mengurangi bau dari sampah yang mengalami pembusukan di dalam tanah. Teknik ini juga menghambat terbuangnya gas metana ke udara yang menjadi sumber bau dari sampah yang membusuk tersebut.

Towil mengungkapkan, perluasan baru ini nanti dapat menampung volume timbunan sampah 3.985 meter kubik per hari. Dengan perkiraan sampah masuk ke TPA kurang lebih 515 meter kubik atau 12,9 persen dari tampungan volume sampah setiap harinya.

“Luas lahan perluasan ini kisaran 4 hektar terletak di Utara TPA yang lama, sedangkan untuk pengembangan Landfill seluas 2 hektar dengan ketinggian maksimum 21 meter. Nanti disini juga dibangun jembatan timbang dan perbaikan jembatan dipintu masuk. Untuk pintu masuk akses tetap lewat pintu utama,” ungkapnya.

Ia menjelaskan lahan baru tersebut dapat melayani 604.732 jiwa dari 1.589.000 jiwa proyeksi tahun 2020 Kabupaten Kediri.
“TPA kita kan sudah penuh. Dalam rangka untuk meningkatkan pelayanan, kita harus menyiapkan infrastruktur yang memadai. Sehingga sampah Kabupaten Kediri ke depan juga terkelola,” pungkasnya. [adv kominfo/nm]





Apa Reaksi Anda?

Komentar