Politik Pemerintahan

DLH Kabupaten Kediri Minta Desa Bangun Tempat Pengolahan Sampah Berbasis 3R

Kediri (beritajatim.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri, mengajak Pemerintah Desa dan masyarakat untuk membangun Tempat Pengolahan Sampah – Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di wilayah Kabupaten Kediri. Program TPS3R ini diharapkan mampu melakukan pengurangan sampah hingga 100 Persen. Masing-masing penyelesaian 70 Persen pengurangan dari Pemerintah dan 30 persen dari Masyarakat.

Towil Umur, Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Kebersihan dan Pengelolaan DLH, mengatakan untuk mengejar target 30 Persen tersebut nantinya akan melibatkan banyak unsur, seperti Bank Sampah dan TPS3R.

“Yang paling berpotensi pengurangan sampah yang terbesar adalah di TPS3R. Karena dalam skala desa akan dikelola secara total, serta akan membentuk pelayanan manajemen yang baik kepada warga untuk mengatasi masalah sampah,” katanya.

Ia menjelaskan untuk pelaksanaannya adalah bagian dari tanggung jawab Desa yang nantinya akan dilakukan pengambilan sampah di rumah warga, selanjutnya ditempatkan dipengelolaan sampah yang disebut TPS3R serta dipengolahan tersebut ada pemilahan dan pengomposan sampah.

“Harapan kami untuk Desa, minta tolong untuk sampah harap dikelola. Dan untuk penanganan lanjutan, istilahnya Residu itu nanti  yang Kami tangani untuk di angkut secara gratis. Jadi setelah dipilah, kan pasti ada residu yang tidak bisa di olah. Seperti Pampers dan sebagainya. Jadi tanggung jawabnya jelas, Desa ada pengurangan dan Pemerintah untuk melakukan penanganan,” jelasnya.

Towil mengungkapkan untuk persyaratan tidak serta merta melakukan pembangunan TPS3R, namun prosesnya akan diberi wawasan terkait pengolahan sampah, selanjutnya akan ada pendampingan dan Bimtek.

”Sebab untuk TPS3R itu kesiapannya lahan harus tersedia dari Desa, kesiapan dari masyarakat untuk membayar iuran, serta didalam pengelolaannya disitu juga ada Peraturan Desa (Perdes). Sehingga dalam pengelolaan sampah tersebut legal. Dalam arti misalnya iuran kalau tidak ada Perdes, nanti dikira ada Pungli dan sebagainya. Serta Lembaga pengelolaannya juga harus dilegalkan oleh Kemenkumham, tujuannya adalah ketika nanti Pemerintah dalam mendukung dapat memberi bantuan,” tutupnya.

Menurut Towil sudah berdiri 4 tempat TPS3R di Kabupaten Kediri, yaitu di Desa Tulungrejo, Paron, Wates, dan di Desa Kandangan yang masih dalam proses pembangunan. Dari pembangunan tersebut telah mendapat bantuan dari Kementrian PUPR. Namun ada juga yang menggunakan Dana Desa (DD), seperti Desa Ngebrak. [adv kominfo/nm]



Apa Reaksi Anda?

Komentar