Politik Pemerintahan

DKPP Ingatkan KPU dan Bawaslu Awasi Ketat Protokol Kesehatan Saat Pilkada

DKPP RI ingatkan KPU dan Bawaslu awasi Protokol Kesehatan saat Pilkada.

Malang(beritajatim.com) – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 tinggal menyisahkan waktu 3 pekan, pemungutan suara akan digelar pada 9 Desember 2020 mendatang. Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) RI meminta KPU dengan sisa waktu yang ada untuk terus mengingatkan secara masif tentang protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Anggota DKPP RI Didik Supriyanto mengatakan, untuk pertama kalinya Pilkada digelar dalam kondisi pandemi Covid-19. Untuk itu, penyelenggara harus memberikan contoh yang baik tentang protokol kesehatan. Termasuk memberikan rasa aman kepada para pemilih sehingga mereka tidak takut datang ke TPS.

“Petugas harus disiplin karena bisa diprotes oleh pemilih, jika protokol kesehatan itu tidak dijalankan dengan baik. KPU harus lebih bersungguh-sungguh lebih intensif bagaimana menerapkan standar protokol Covid-19,” ujar Didik, Sabtu, (14/11/2020).

Didik mengatakan, protokol kesehatan pencegahan Covid-19 paling sederhana adalah penerapan 3 M. Yakni, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak. Fasilitas-fasilitas pendukung protokol kesehatan harus disediakan agar masyarakat mau datang ke TPS menggunakan hak pilihnya.

Pada 3 pekan tersisa ini pula, tugas KPU tidak hanya menyelenggarakan Pemilu. Tetapi harus serius mengamati gerak-gerik pasangan calon agar tidak abai dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Terutama pada saat kampanye dan debat kandidat yang berpotensi mendatangkan massa.

“Penyelenggara Pemilu harus serius menjaga aturan main yang baru yakni protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Ini aturan baru dan semua pihak wajib memperhatikan. Kalau tidak, khawatir Pilkada 2020 akan jadi kluster baru,” papar Didik.

Selain KPU, DKPP RI juga mengingatkan Bawaslu. Dalam situasi pandemi Covid-19, tugas Bawaslu tidak hanya memantau pelanggaran dalam proses Pemilu. Tetapi wajib memiliki inisiatif mengingatkan siapa saja yang melakukan pelanggaran protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Termasuk Bawaslu, tidak hanya sekedar mengawasi tetapi harus mencegah pelanggaran protokol Covid-19. Jadi Bukan hanya mengawasi pelanggaran, juga mencegah dan mengingatkan Protokol. Ingatkan saja jika ada pelanggaran protokol,” tandas Didik. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar