Politik Pemerintahan

Ditugasi Gubernur, PT JGU Tancap Gas Jadi Intermediatory Supply-Demand Komoditas Strategis Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Pasca mendapat penugasan dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, PT Jatim Grha Utama (JGU) menyatakan kesiapannya dan siap untuk tancap gas menjalankan fungsi intermediatory supply-demand komoditas strategis di Jawa Timur.

PT JGU yang juga merupakan holding company dari PT Puspa Agro akan segera melakukan penataan managemen intermediatory supply-demand untuk komoditas telur dan daging ayam, yang banyak menyumbang inflasi di Jawa Timur.

Harapannya, dengan adanya interdiatory supply-demand ini, maka peternak telur dan daging ayam akan mudah mendapatkan pakan, terjamin harganya, dan managamen stock di pasaran saat panen dan di luar masa panen telur dan daging ayam akan tertata sehingga tak sampai mempengaruhi inflasi Jawa Timur.

Sebagaimana disampaikan Gubernur Jawa Timur, upaya pengembangan model kerjasama antar daerah melalui optimalisasi peran BUMD tersebut digadang akan menjadi jurus untuk mengendalikan inflasi daerah dengan mengontrol supply-demand komoditas pangan yang sifatnya strategis.

“Kita telah diberikan informasi detail di titik mana yang mempengaruhi inflasi dan mana yang jsutru memberikan ketahanan,” kata Khofifah.

Antara lain solusi yang diberikan untuk pengendalian inflasi yang fundamental adalah melakukan penataan managemen stock. Salah satu yaitu maksimalisasi resi gudang. Sehingga dalam managemen inflasi terhadap komoditas strategis tidak hanya terkait supply dan demand melainkan juga terkait managemen stok.

“Maka kita telah menyerahkan surat penugasan pada PT JGU, sebagai BUMD milik Pemprov Jatim, untuk mengambil peran dan menjalankan fungsi intermediatory supply-demand komoditas strategis,” tegas Khofifah.

Sebagaimana diketahui bahwa dalam HLM TPID Jawa Timur, Selasa (3/11/2020) lalu telah dilakukan penandatangan kerjasama antara PT JGU dengan koperasi ternak dan koperasi tani di Kabupaten Bojonegoro, koperasi peternak unggas di Kabupaten Blitar, dan kelompok tani di Kabupaten Bangkalan.

Kerjasama tersebut dilakukan dalam rangka perwujudan kongkrit dari Pengembangan Model Kerjasama Antar Daerah melalui Optimalisasi Peran BUMD sebagai Intermediator Supply-Demand Komoditas Pangan Strategis, untuk produsen telur dan daging ayam.

Sementara itu Dirut PT JGU Mirza Muttaqien mengatakan komoditas telur ayam dan daging ayam yang banyak menyumbang inflasi di Jatim, nantinya PT JGU yang menjadi holding company dari Puspa Agro akan menjadi intermediatory menjaga ketersediaan pakan bagi peternak, menjaga stabilitas harga produk hasil panen dan membantu pemasaran produk ternak nantinya.

Dalam produksi telur dan daging ayam, peternak membutuhkan jagung untuk pakan. Kendalanya di lapangan, ketersediaan jagung tidak cukup, dan harganya naik turun, bahkan terkadang harga jagung naik barangnya juga sulit untuk dicari. Sehingga dibutuhkan kerjasama antar daerah guna memberikan supply yang cukup untuk pakan ternah ayam daging dan petelur.

Oleh sebab itu dalam sistem intermediatory ini, PT JGU bekerjasama dengan sejumlah kelompok tani jagung pakan ternak dari Jatim dan luar Jatim. Supply jagung untuk peternak juga akan diupayakan dari luar daerah, dengan keuntungan peternak akan mendapatkan ketersediaan yang cukup dan harga yang stabil.

Begitu juga nanti dengan hasil produk ternaknya, baik untuk telur dan jagungnya. PT JGU melalui Puspa Agro akan membantu mengelola managemen stok dengan menggunakan cold storage dengan mengoptimalkan 25 resi gudang berbasis IT yang sudah ada di Jatim.

“Smart warehousing multi platform tersebut akan memperkuat managemen stock khusus untuk daging ayam,” tegasnya.

Mirza Muttaqien yakin bahwa upaya ini akan berhasil menjadi kontrol dalam managemen supply-demand chain komoditas strategis di Jawa Timur. Sehingga inflasi tidak perlu terjadi dan perekonomian di Jatim terus bergerak positif dan progresif.

“Selain itu kerjasama dengan pasar moderen dan pasar tradisional juga akan membantu peternak untuk menghindari harga jatuh saat musim panen. Kami berharap sistem ini akan menguatkan managemen supply chain komoditas strategis di Jawa Timur,” pungkas Mirza. (tok/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar