Politik Pemerintahan

Dituding Tak Etis Kawal Petahana, Banser Kabupaten Malang: Kami Sesuai SOP dan Instruksi Pimpinan

Malang (beritajatim.com) – Dituding tak etis lantaran mengawal calon Bupati Petahana HM Sanusi ke Kantor DPC PDI Perjuangan beberapa waktu lalu, Satkorcab Banser Kabupaten Malang pun buka suara.

“Kami ini netral. Kalau kami dibilang mengawal ke PDIP dan ikut rapat di sana, itu tidak benar. Tidak seperti itu faktanya,” tegas Kepala Provos Banser Kabupaten Malang, M Yusuf Winardi, Senin (23/3/2020) sore di Kantor MWC NU Jalan Ngadilangkung, Kepanjen, pada awak media.

Menurut Yusuf, tuduhan Banser tidak beretika dan harus ditindak yang dihembuskan senior Banser beberapa waktu lalu di media, adalah tuduhan yang tidak berdasar.

“Kami (Banser) tidak bisa berjalan sendiri. Ada yang memerintah. Kami tidak berani keluar dari rel Banser. Kami datang mengawal saat itu ada perintah dari pimpinan PC untuk mengawal N1 (Bupati Malang-red),” kata Yusuf.

Kedatangan Banser saat itu, lanjut Yusuf, hanya mengawal di luar kantor PDIP. “Salah besar kalau kami juga dituding ikut rapat di dalam kantor PDIP. Lah wong kami ini tidak diundang kok. Kami ini cuma mengawal N1 saja, itupun atas perintah pimpinan. Kalau kami dianggap tidak beradab, dimana salah kita? Wong kami berjalan sesuai instruksi pimpinan kok. Kami sudah melangkah sesuai SOP dan tidak pernah keluar dari rel sebagai Banser,” papar Yusuf.

Masih dijelaskan Yusuf, kalau memang langkahnya dianggap kurang pas menurut senior Banser, jangan dilakukan lewat media, penyelesaian cukup di internal saja. “Kami jujur tidak mau berpanjang panjang karena kita netral kok, tidak condong ke satu partai manapun,” ujar Yusuf.

Hal sama juga ditegaskan M Muhklis Mubarak, Wakil Kepala Satkorcab Banser Kabupaten Malang. Muhklis memandang, terkait kegiatan Satkorcab Banser saat itu, sudah sesuai SOP atau standar operasional Banser dalam melangkah.

“Pengawalan, pendampingan dan apapun kegiatan Banser memang ada SOP-nya. Untuk melakukan pengawalan dan pendampingan itu, Banser akan melangkah atas perintah pimpinan baik yang bersifat lisan ataupun tertulis. Dan itu jadi dasar kami bergerak. Kami tegaskan lagi, Provos Banser ini bergerak tidak liar. Namun atas perintah dan komando pimpinan tertinggi di PC,” terang Muhklis.

Muhklis menambahkan, dengan permasalahan tersebut, akan menjadi pembelajaran bersama. “Kalau ada masalah mari kita kroscek dulu, kita tabayun, sehingga ke depan hal semacam ini bisa jadi pembelajaran kami. Kami juga menganggap persoalan ini miss komunikasi saja. Dan ini kritikan buat kami, dan akan kami jadikan pembelajaran ke depan,” Muhklis mengakhiri. [yog/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar