Politik Pemerintahan

Jelang Rapat Banggar

Diterpa Isu Kongkalikong dengan Eksekutif, Ini Penjelasan DPRD Kota Probolinggo

Probolinggo (beritajatim.com) – DPRD Kota Probolinggo diterpa isu miring terkait dugaan ‘ada komitmen’ di balik pelolosan struktur belanja ASN pada P-APBD 2019, jelang rapat Badan Anggaran (banggar) yang digelar Selasa (24/9/2019).

Isu tersebut menggelinding, setelah tiga pimpinan DPRD setempat, plus Sekretaris DPRD Warsito, kedapatan melakukan pertemuan tertutup dengan wali kota dan wakilnya pada Rabu (23/9/2019) malam sekira pukul 21:35 WIB hingga 23:31 WIB.

Sekedar diketahui, pertemuan terjadi beberapa menit pasca paripurna jawaban eksekutif terhadap pandangan umum fraksi usai. Sedangkan ruangan yang digunakan untuk pertemuan, adalah ruang kerja Wakil Ketua DPRD Fernanda Zulkarnain.

Ketua DPRD Kota Probolinggo Abdul Mujib, menepis isu dugaan “kong-kalikong” pelolosan anggaran eksekutif, pada P-APBD 2019. Menurutnya, pertemuan itu hanya bersifat spontanitas. Wali kota dan wakilnya bertemu para pimpinan DPRD untuk membahas hal di luar acara DPRD. “Kita kan besok diundang Kapolres Alfian sertijab,” katanya, saat dicegat wartawan sebelum meninggalkan gedung dewan.

Politisi PKB ini memastikan, tidak ada yang menarik dari pertemuan dimaksud. “Kami bersama walikota dan wakilnya tadi hanya diskusi soal bagaimana menjaga Kota Probolinggo kondusif, itu saja. Ga ada soal lobi-lobi pelolosan anggaran eksekutif,” imbuhnya.

Senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Haris Nasution. Kata dia pertemuan dengan walikota dan wakilnya hanya membahas soal acara sertijab kapolres. “Kita tadi di dalam hanya janjian bareng datang ke acara sertijab kapolres kota. Cuma itu,” katanya. “Intinya yang kita bahas tadi ga enak kalau diundang kapolres ga datang,” tambah Nasution, yang berdiri tak jauh dari Abdul Mujib.

Meski sama-sama menepis tudingan dugaan “kong-kalikong” penjelasan berbeda disampaikan Fernanda Zulkarnain. Menurutnya, pertemuan dengan wali kota dan wakilnya hanya membahas soal tekhnis kesekretariatan di dewan. Bukan membahas soal agenda wakil rakyat dan eksekutif di luar DPRD. “Ga ada yang dibahas selain soal kesekretariatan DPRD. Bahas acara di luar? ga ada itu,” katanya.

Politisi Golkar itu juga menepis isu pimpinan dewan serius membahas anggaran bersama wali kota dan wakilnya jelang rapat banggar. “Kalau soal anggaran, Golkar ga mungkin bahas dengan mereka. Pasti saya bahas sama fraksi,” katanya.

Sayangnya Wakil Wali Kota Probolinggo, HMS Subri, bergegas meninggalkan gedung dewan saat berusaha dicegat. Subri, terlihat buru-buru masuk mobilnya meski sempat membuka jendela dan melambaikan tangannya.

Begitu juga Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin. Dia nampak segera pergi menggunakan inova hitam meninggalkan gedung dewan. Hadi yang malam itu datang ke gedung dewan terlihat menggunakan sarung dan baju koko. Jauh dari kesan formal seperti penampilan wakilnya dan tiga pimpinan DPRD dimaksud.

Pria akrab disapa Habib Hadi itu, absen saat sidang jawaban eksekutif berlangsung. Ia baru datang ke DPRD sekitar 30 menit setelah agenda sidang usai. Selanjutnya langsung bergabung dengan Subri, menemui pimpinan DPRD setempat. [eko/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar