Politik Pemerintahan

Ditegur PWNU Jatim, PCNU Kencong: Terima Kasih

Jember (beritajatim.com) – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kencong Zainil Ghulam berterima kasih atas teguran dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur.

Surat tetanggal 19 September 2020 ini ditandatangani Rais Syuriah KH Anwar Mashur, Katib Syuriah KH Safrudin Syarif, Ketua Marzuqi Mustamar, dan Sekretaris Akhmad Muzakki. Isinya adalah teguran resmi pertama kepada PCNU Jember dan PCNU Kencong untuk merespons pelanggaran disiplin organisasi terhadap instruksi PWNU Jatim.

Ghulam menilai, teguran tersebut dalam rangka pembinaan organisasi dan masih bersifat umum. “Bukan kapasitas saya menjelaskan surat ini. Saya menerima dan merespons baik teguran PWNU Jawa Timur. Kami masih menunggu PWNU Jatim. Yang jelas PCNU Kencong taat dan patuh kepada PWNU Jawa Timur, terima kasih sudah diingatkan,” katanya, Minggu (20/9/2020).

Tidak dijelaskan dengan benderang soal pelanggaran apa yang dilakukan PCNU Jember dan Kencong. Surat itu hanya menyebutkan, bahwa PWNU Jatim menerima laporan tentang kegiatan bersama resmi organisasi PCNU Jember dan Kencong yang ‘menghadirkan pemangku kepentingan politik praktis yang berkepentingan dengan pemilukada setempat’.

Ghulam menerima surat teguran itu via WhatsApp dari Akhmad Muzakki kemarin. “Kami hanya mendapatkan surat. Penjabaran surat itu kami belum paham, di mana kesalahan kami. Tapi kami menghormati teguran tersebut dan tetap akan mengevaluasi sebagai catatan bagi PCNU Kencong,” katanya.

Sebelumnya, PCNU Jember dan PCNU Kencong menggelar acara bersama bertema Penguatan Aswaja dan Ke-NU-an, di Lembaga Pendidikan Perjuangan IBU (Islam Bustanul Ulum), Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Kamis (17/9/2020).

Saat itu, Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur Marzuqi Mustamar hadir. Begitu pula pasangan calon bupati dan wakil bupati Jember, Abdus Salam Alamsyah dan Ifan Ariadna Wijaya. Dalam kesempatan itu, Mustamar justru meminta kepada Abdus Salam Alamsyah dan Ifan Ariadna Wijaya, agar serius membesarkan NU.

“Ber-NU ini bukan main-main. Apalagi mempermainkan NU. Tidak apa-apa kita kehilangan apapun demi membesarkan NU. Tidak apa-apa kita menghabiskan dana berapapun untuk membesarkan NU,” katanya.

Mustamar mengingatkan kepada Salam dan Ifan agar berhikmah kepada NU. “Cari kedudukan politik, jadi presiden, anggota DPR pusat, gubernur, bupati. Setelah itu kita raih, kita hikmahkan untuk Nahdlatul Ulama. Kalau begitu, pasti diridai Mbah Hasyim (KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU). Tidak memperalat NU untuk kepentingan politik. Tapi memperalat jabatan politik untuk menjaga hikmah kepada Nahdlatul Ulama,” kata pimpinan Pondok Pesantren Sabilul Rosyad, Gasek, Malang, ini.

Selain dihadiri duet Salam-Ifan, acara ini juga dihadiri jajaran pengurus cabang hingga majelis wakil cabang NU Jember dan Kencong, pengurus badan otonom, dan pengurus Partai Kebangkitan Bangsa. “Acara hari ini adalah penguatan kejam’iyahan, penguatan wawasan kebangsaan, sekaligus penguatan akidah ahlussunnah wal jamaah,” kata Ketua PCNU Jember Abdullah Syamsul Arifin saat itu. [wir/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar