Politik Pemerintahan

Debat Putaran III Pilkada Jember

Ditanya Soal Robohnya Jembatan Jompo, Cabup Faida: Allah Kasih Solusi

Jember (beritajatim.com) – Ambrolnya jembatan Jompo di Jalan Sultan Agung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang mengakibatkan 10 rumah toko roboh menjadi bahan calon bupati Hendy Siswanto dan calon wakil bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman untuk mengkritik calon bupati petahana Faida, dalam debat publik putaran ketiga Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, di Surabaya, Selasa (1/12/2020) malam.

“Fakta nyata di Kabupaten Jember, robohnya jembatan Jompo, ini karena tugas Pemerintah Kabupaten Jember tidak dilaksanakan, sehingga pemerintah pusat terhambat melakukan penanganan permanen,” kata Firjaun.

Faida mengatakan, memandang pemerintahan dari luar tak sama persis dengan apa yang dihadapi di dalam. “Memang opini-opini sering menyesatkan. Tapi kami mengikuti ketentuannya. Soal misalnya jembatan Jompo, pertokoan Jompo. Ini bagaimana mau dituruti? Kalau dirobohkan ke jalan, jalan itu adalah jalan nasional. Maka ada ketentuan, jangan mengganggu jalan,” katanya.

“Kalau bangunan itu dirobohkan ke sungai, itu kewenangan pemerintah provinsi. Jangan sampai bikin banjir. Jangan sampai bikin sungai. Lalu bagaimana? Nah, malah solusinya: Allah yang ngasih solusi. Akhirnya dengan robohnya itu, malah jadi bersama-sama: pusat, provinsi, dan daerah. Tidak seperti mudah mengatakannya, karena ada kewenangan-kewenangan yang terbatas di kabupaten, yang kewenangannya justru di pusat dan provinsi,” kata Faida.

“Kami tidak lalai dengan tugas kami. Kami sudah mengosongkan para penghuni. Enam bulan sebelum bangunan itu roboh. Kami menyelamatkan nyawa. Kami mengontrol bahwa pertokoan itu telah dikosongkan sesuai perintah kami. Oleh karenanya tidak benar bahwa pemerintah kabupaten lalai terhadap hal tersebut,” kata Faida.

Pernyataan Faida ini langsung disanggah Hendy. “Saya saksi asli pembangunan dan robohnya (pertokoan) Jompo. Dan saya juga insinyur sipil. Pertokoan Jompo seharusnya tidak bisa roboh, kalau treatment-nya di awal, empat toko di depan yang arah ke timur dipotong dulu. Dan orang Jember pintar-pintar, tidak perlu mengotori sungai. Ada caranya. Yang saya sedihkan kenapa tidak segera ditangani,” katanya.

Sebagaimana diberitakan, sisi selatan Jalan Raya Sultan Agung, Kabupaten Jember, yang berada di atas jembatan Jompo dan berada di tepi sungai mendadak ambrol, Senin (2/3/2020) pagi . Sepuluh rumah toko pun roboh masuk ke dalam sungai. Hingga saat ini, perbaikan jalan dan jembatan tersebut masih belum selesai. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar