Politik Pemerintahan

Ditanya Peluang Ganjar-Puan di Pilpres 2024, Kusnadi: Saya Tidak Tahu

Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDIP Jawa Timur, Kusnadi

Malang (beritajatim.com) – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Timur merapatkan barisan untuk menuju agenda besar politik 2024. Rapat kerja cabang (Rakercab) dari 8 daerah Jawa Timur, Sabtu (5/6/2021) siang ini, digelar serentak dari ruang Paripurna DPRD Kabupaten Malang.

“Kita ini partai politik, semua yang kita kerjakan hari ini itu tujuannya adalah untuk menghadapi tahun 2024. Ngapain kita jatuh bangun bukan untuk sesuatu yang memang harus kita hadapi,” ungkap Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDIP Jawa Timur, Kusnadi usai membuka Rakercab.

Pria yang juga menjabat Ketua DPRD Provinsi Jatim ini menegaskan, ada beberapa hal yang ditekankan dalam Rakercab kali ini. Para kader PDI Perjuangan harus memiliki bekal pelatihan untuk merealisasikan target kemenangan, baik Pileg maupun Pilpres 2024.

“Harapan itu sering tidak sampai, karena kita memang tidak memberikan pelatihan-pelatihan, jadi bagaimana cara untuk mencapai sasaran itu. Kemudian untuk tahun 2024 nanti, hasil Kongres PDI Perjuangan yang diingatkan oleh Ibu Ketua Umum, bahwa kita sudah menyepakati. Tentunya kita harus mempunyai rencana kerja,” ucapnya.

Lantas, ditanya apakah Rakercab itu dilakukan ada kaitannya dengan polemik yang sempat memanas di tubuh partai Banteng baru-baru ini, yang melibatkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani? Secara diplomatis, Kusnadi mengaku tidak tahu tentang polemik tersebut. “Apa itu ya? Saya malah tidak tahu. Kabar apa itu ya,” kata Kusnadi.

Kusnadi berdalih tidak ada informasi apapun soal Ganjar dan Puan yang ia ketahui. Kusnadi menerangkan bahwa kondisi mesin politik saat ini dalam posisi solid. “Kita solid. Kita ingin hatrick di 2024. Langkahnya, ya kita rapatkan barisan mulai sekarang. Kita petakan kekuatan di desa-desa seperti apa. Semua by data,” pungkas Kusnadi. [yog/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar