Politik Pemerintahan

Distan-PHP Bantah Kelangkaan Pupuk di Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) – Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distan-PHP) Pemkab Pamekasan, Ajib Abdullah membantah adanya pernyataan tentang kelangkaan pupuk di wilayah setempat.

Sebab pihaknya menilai jika selama ini keberadaan pupuk di Pamekasan, justru sangat melimpah dan terbilang sangat cukup untuk musim tanam tahun ini. Termasuk keberadaan pupuk seperti yang dinyatakan wakil rakyat, seperti di kecamatan Pademawu dan Pasean.

“Jadi perlu kami sampaikan bahwa informasi tentang kelangkaan pupuk di kecamatan Pasean maupun Pademawu, itu sangatlah tidak benar. Karena hingga saat ini, proses pendistribusian pupuk ke wilayah itu tetap berjalan normal,” kata Ajib Abdullah kepada beritajatim.com, Selasa (24/11/2020).

Selain itu pihaknya menyampaikan jika stok pupuk di wilayah setempat juga sangat melimpah, termasuk di kecamatan yang diinformasikan mengalami kelangkaan pupuk. “Untuk saat ini terdapat sebanyak 1,800 ton pupuk untuk empat kecamatan berbeda, yakni Batumarmar, Pademawu, Palengaan dan Pasean,” unykapnya.

“Bahkan dengan jumlah seperti itu, kami sangat meyakini jika ketersediaan pupuk terbilang cukup dan bahkan lebih. Apalagi saat ini masih belum memasuki musim tanam, sehingga para petani tidak perlu khawatir akan kelangkaan pupuk,” imbuhnya.

Disinggung soal informasi kelangkaan pupuk seperti yang disampaikan salah satu legislator Pamekasan, Ali Masykur. Pihaknya menyampaikan jika hal tersebut terjadi akibat proses pendistribusian tersendat akibat adanya cuti bersama yang ralatif panjang, beberapa waktu lalu.

“Memang beberapa waktu lalu sempat terjadi keterlambatan pengiriman (distribusi pupuk), hal itu karena adanya cuti bersama (Maulid Nabi SAW) yang berlangsung cukup lama, yakni sekitar lima hari kerja. Termasuk juga adanya perubahan sistem lama ke sistem baru,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan beberapa kebijakan sebagai langkah antisipatif untuk menghindari kekangkaan pupuk di wilayah setempat. Salah satunya dengan tidak melakukan distribusi besar-besaran ke sejumlah kios atau distributor.

“Hal ini sengaja kami lakukan sebagai langkah antisipasi, khawatir disalah gunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sehingga kami meminimalisir dengan melakukan pendistribusian sesuai kebutuhan, apalagi saat ini masih belum memasuki musim tanam,” tegasnya.

Dari itu, pihaknya berharap agar beragam informasi seputar kelangkaan pupuk dapat dikonfirmasi secara langsung kepada pihak terkait. Sehingga tidak menjadi ‘bola liar’ yang dapat mengembangkan opini negatif dari masyarakat. “Maka dari itu, mari kita bersama-sama memberikan informasi yang bijak bagi masyarakat. Salah satunya dengan melakukan konfirmasi jika ada persoalan yang belum dipahami,” pungkasnya.

Sebelumnya Ali Masykur mengeluhkan kelangkaan pupuk di sejumlah pasaran, termasuk di sejumlah kelompok tani (pketan), khususnya di wilayah Pademawu dan Pasean. Bahkan kelangkaan tersebut juga disinyalir didisrribusikan ke wilayah Jember, Jawa Timur. [pin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar