Politik Pemerintahan

Dispendukcapil Surabaya Gencar Lakukan Perekaman KTP

Dispendukcapil Kota Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Dispendukcapil Kota Surabaya saat ini tengah gencar melakukan perekaman KTP Elektronik bagi warga. Kadispendukcapil Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji mengungkapkan, pihaknya saat ini melakukan hingga 1000 perekaman setiap hari.

“KTP-el terus dipush oleh Pemkot untuk dapat diterbitkan bagi warga yang belum punya KTP-el. Sudah diundang semua warga yang dalam data base kependudukan dijumpai belum perekaman by name dan by address. Jajaran di pemkot yang bergerak adalah mulai dari kelurahan yang menggerakkan RW untuk mendistribusikan undangan tersebut dan meminta agar warganya perekaman ke kecamatan. Lalu teman-teman di kecamatan melakukan perekaman bagi warganya yang datang memenuhi undangan,” ujar Sonhaji, Kamis (24/11/2020).

Untuk lebih bisa maksimal, menurut Sonhaji, para pegawai Pemkot Surabaya terpaksa harus lembur hingga larut malam serta merelakan hari liburnya. “Ada bahkan yang melayani sampai jam 20.00 (tambaksari, semampir dan pakal). Ada yang melayani di hari minggu (jambangan) dan ada yg menurunkan staf nya untuk menjemput warga untuk diajak ke kecamatan guna direkam (gunung anyar). Yang lain juga mulai bergerak dengan inovasi nya masing masing. Kalau di dispenduk juga melayani perekaman bagi warga yang ingin dilayani di daerah pusat kota, kami buka setiap hari sampai jam 21.00. Sabtu dan Minggu juga buka pelayanan. total setiap hari yang terekam kurang lebih 1000 warga dari perekaman di seluruh kecamatan dan dispendukcapil. Warga yang sudah terekam akan mendapatkan KTP-el nya dengan mengambil nya di kelurahan masing masing sesuai domisili,” paparnya lebih lanjut.

Pihak Pemkot Surabaya menargetkan jika 98 persen usia wajib KTP Elektronik sudah tuntas melakukan perekaman di Desember 2020.

“Targetnya sesuai program nasional yang ditetapkan oleh Kemendagri. Dan itu kurang lebih harus merekam 11 ribu lagi. Itu Inshaa Allah akan tercapai sebelum akhir desember nanti, semoga bisa melebihi target program nasional. Soalnya meskipun semua pihak sudah berupaya, tapi kalau warga nya masih ada yang belum semangat maka programnya tidak bisa maksimal,” pungkas Sonhaji.(ifw/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar