Politik Pemerintahan

Disoal Oleh Lawan, Tim QA Siap Beri Keterangan

Gresik (beritajatim.com)- Tim pasangan calon (Paslon) M.Qosim-Asluchul Alif atau QA siap memberi keterangan mengenai gerakan salat subuh berjamaah dan tausyiah yang disoal oleh tim kampanye Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT).

Melalui Kepala Divisi Hukum dan Advokasi Tim Kampanye QA, Hariyadi, mengatakan bahwa laporan yang disampaikan Tim NIAT tentang dugaan pelanggaran kampanye tidak menunjukkan subtansi yang jelas. “Kami sampai saat ini memang belum mendapat tembusan dari Bawaslu Gresik tentang hal itu. Tapi dilihat dari salinan surat Tim NIAT maksud dan tujuannya tidak jelas,” ujarnya, Rabu (21/10/2020).

Menurutnya, surat dengan nomor 019/TIM-NIAT/X/2020 tersebut berisi perihal keberatan. Di sisi lain memohon untuk membatalkan kegiatan sekaligus menindak tegas pihak penyelenggara. Padahal, kegiatan itu belum terjadi. Alasan pembatalan juga harus didasari bukti yang jelas, bukan hanya asumsi belaka.

Apalagi sesuai PKPU 11/2020 tentang Kampanye, ada tahapan dan proses untuk membubarkan acara atau memutuskan jenis pelanggaran. “Harus dibuktikan dahulu apakah kegiatan tersebut merupakan bentuk pelanggaran atau tidak. Seharusnya, biarkan kegiatan itu berjalan, kalau perlu diawasi langsung dengan mengutus personil Bawaslu. Kami menjamin bahwa kegiatan tersebut murni ibadah, bukan kampanye terselubung,” kata Haryadi.

Meskipun demikian lanjut dia, pihaknya tetap berupaya untuk menjaga dinamika sosial yang ada dimasyarakat selama momentum Pilkada. “Sesuai jargon kami yakni ayem tentrem. Kami pun siap memberikan keterangan untuk laporan tersebut jika memang diminta,” ungkap pengacara senior itu.

Sebelumnya, Ketua Advokasi dan Hukum Tim Kampanye NIAT Irfan Choirie mengatakan, ada dua hal dugaan pelanggaran yang dilakukan paslon nomor urut 1 itu. Pertama, surat pemberitahuan dari takmir Masjid Al Amin di Perum Sidorukun Indah Jalan Riau Gresik terkait tausiah usai salat subuh.

Hal tersebut lantas membuatnya memberitahukan ke Bawaslu Gresik soal takmir masjid setempat yang mengundang salah satu penceramah yang berstatus sebagai kontestan Pilkada Gresik. “Sarat dijadikan kesempatan untuk mengkampanyekan diri. Padahal, hal tersebut bertentangan dengan aturan PKPU 11/2020 pasal 68 huruf J, larangan untuk menggunakan tempat ibadah dan tempat pendidikan,” katanya.

“Intinya kami keberatan karena itu kami melayangkan surat ke Bawaslu Gresik. Kami bersurat untuk membatalkan dan memberikan sanksi bagi yang melanggar. Kami juga berharap Bawaslu Gresik netral tak ada kepentingan dan mengkedepankan kerja secara profesional,” pungkasnya. [dny/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar