Politik Pemerintahan

Disnaker Beri Pelatihan Warga Binaan di Lapas Wanita Sukun Malang

Malang (beritajatim.com) – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang kembali membuat gebrakan. Kali ini, akan memberikan pelatihan bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Klas IIA Sukun, Kota Malang.

Dalam program pelatihan kali ini, Disnaker akan menjalin sinergi dengan dua organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya di Kabupaten Malang.

Yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Koperasi dan UMKM serta satu instansi lainnya yakni BPJS Ketenegakerjaan.

Dalam rapat koordinasi, pelatihan terhadap para warga binaan ini merupakan bentuk tindak lanjut dari instruksi Plt Bupati Malang, HM.Sanusi dengan Kalapas Wanita Klas IIA Sukun saat peringatan HUT ke 74 Republik Indonesia.

“Jadi rencana pemberian pelatihan bagi warga binaan ini merupakan bentuk tindak lanjut dari komunikasi yang dilakukan oleh Bapak Plt dengan Kalapas,” ungkap Mochammad Yekti Pracoyo, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktifitas Disnaker Kabupaten Malang , Rabu (28/8/2019) siang.

Kata Yekti, tujuan pemberian pelatihan ini agar para warga binaan setelah keluar mereka bisa mandiri secara ekonomi. Sehingga tetap berdaya dengan memanfaatkan soft skill yang dimiliki.

Yekti menjelaskan, secara garis besar Disnaker akan memberikan pelatihan dengan menggandeng salah satu Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang sudah bekerjasama Disnaker Kabupaten Malang. Setelah diberikan pelatihan, para peserta akan mendapatkan materi mengenai pengembangan usaha lebih lanjut, penjualan dan pendanaan.

“Untuk hal ini rekan-rekan dari Disperindag dan Dinas Koperasi masuk memberikan materi. Sehingga nanti ada tindak lanjut. Tidak hanya berhenti pada pemberian pelatihan saja,” beber Yekti.

Yekti menambahkan, jenis pelatihan yang akan diberikan adalah sulam. Pemateri akan didatangkan dari LPK Ganesha, Kepanjen.

Soal peserta, diperkirakan jumlahnya mencapai puluhan. Cakupannya bukan hanya warga binaan dari Kabupaten Malang saja. Namun, warga binaan yang ada di Lapas Wanita secara umum.

“Nanti jumlahnya tergantung dari Lapas Wanita,” imbuhnya.

Soal pelaksanaan, lanjut Yekti, akan dibahas lebih lanjut pada pertemuan selanjutnya. Termasuk membahas teknis pelaksanaan secara lebih rinci. [yog/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar