Politik Pemerintahan

Diskusi Bareng Apindo, Ini Harapan Pemkab Mojokerto

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati dalam acara diskusi bersama Apindo di salah satu hotel di kawasan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menggelar diskusi bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di salah satu hotel di kawasan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Rabu (7/4/2021). Diskusi tersebut diharapkan dapat mencari solusi untuk memajukan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Diskusi dengan tema ‘Membangun Sinergitas antara Swasta dengan Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam Rangka Meningkatkan Daya Tarik Investasi dan Pemulihan Ekonomi di Kabupaten Mojokerto’ ini juga menghadirkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur, Himawan Estu Bagijo.

Ketua Apindo Kabupaten Mojokerto, Bambang Wijanarko mengatakan, UMK di Kabupaten Mojokerto sudah sangat layak dan bisa dikatakan sangat tinggi di atas Upah Minimum Provinsi Jawa Timur. “Hal ini merupakan wujud sinergitas antara swasta dengan pemerintah dalam mensejahterakan pekerja di Kabupaten Mojokerto,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, ke depan bagi perusahaan yang sudah lebih tinggi dari upah minimum Provinsi Jawa Timur dapat mendaftarkan pekerjanya di BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga hal ini, lanjut Bambang, mampu mendongkrak tingkat perekonomian dari pekerja.

“Pandemi Covid-19 sangat memukul para owner perusahaan maka kami harapkan dalam acara ini, kita semua mampu bangkit kembali dalam usaha peningkatan ekonomi di wilayah Kabupaten Mojokerto,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengatakan, saat ini semua menghadapi situasi yang sulit dengan adanya pandemi Covid-19. “Kita tidak tahu kapan pandemi ini akan berakhir serta dampaknya di bidang ekonomi, maka dari itu kita harus bisa menyikapi dengan langkah-langkah perubahan,” katanya.

Masih kata Bupati, semua diharapkan bisa bangkit dari keterpurukan akibat pendemi Covid-19. Menurutnya, secara umum laju investasi di Kabupaten Mojokerto mengalami penurunan namun, ternyata tidak terjadi di semua bidang. Masih ada sektor-sektor yang mangalami peningkatan, meskipun angka pengangguran juga semakin naik.

“Yang menjadi problematika kita selama ini adalah masalah UMK. Hal ini juga menjadi dilema karena ada dua sisi yang harus sama-sama dipenuhi hak-haknya. Sehingga diskusi diharapkan sebagai upaya untuk mencari solusi untuk memajukan ekonomi di masa pandemi Covid-19,” ujarnya. [tin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar