Politik Pemerintahan

Pemulihan Ekonomi di Masa Pademi Covid-19

Diskouminaker Kota Mojokerto Berikan Pelatihan dan Pendampingan Pelaku UMKM

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat membuka Pelatihan Adaptasi Produk Olahan Makanan Menghadapi Era New Normal

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebagai bentuk nyata hadirnya pemerintah mendampingi masyarakat dalam memulihkan ekonomi di masa pandemi Covid 19 ini, melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskouminaker) Kota Mojokerto, secara berkala mengadakan pelatihan dan pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat membuka Pelatihan Adaptasi Produk Olahan Makanan Menghadapi Era New Normal yang diselenggarakan oleh Diskouminaker Kota Mojokerto di Astoria Convention Hall Jalan Empu Nala Kota Mojokerto, Jumat (6/11/2020).

Ning Ita (sapaan akrab, red) mengungkapkan, pandemi Covid-19 memberikan dampak negatif bagi seluruh sektor kehidupan termasuk sektor ekonomi. “Akibat pandemi Covid-19 ini, bisa dipastikan negara kita mengalami resesi karena kontraksi ekonomi yang bisa dipastikan pula triwulan ketiga tahun ini masih diangka 4,0,” ungkapnya.

Artinya, lanjut Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, pemerintah harus berupaya bagaimana masyarakat bisa tetap survive dan bisa tetap berbelanja. Namun yang terpenting untuk kebutuhan dasar pangan, kesehatan, pendidikan, meskipun kondisi ekonomi nasional sedang mengalami resesi.

“Pemerintah Kota Mojokerto mengupayakan lebih konsisten untuk memberikan pelatihan-pelatihan guna meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia agar bisa berdaya secara ekonomi. Sudah ada beberapa produk UMKM di Kota Mojokerto yang sudah berhasil masuk dan dipasarkan di minimarket modern yang ada di Kota Mojokerto,” katanya.

Hal ini, tegas Ning Ita, berkat pelatihan dan pendampingan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melalui Diskouminaker Kota Mojokerto. Ning Ita menjelaskan, lebih kurang sudah ada 27 item termasuk produk kering dan basah bisa dijual di minimarket modert. Tidak hanya dalam pendampingan saja, para pelaku UMKM diberikan peluang untuk bisa menempati pangsa pasar yang levelnya lebih tinggi.

Ketua Harian Yayasan BEGO Bali menambahkan, selain pelatihan yang dilakukan secara virtual dan tatap muka, Yayasan BEGO Bali akan melakukan kunjungan ke masing-masing UMKM guna melihat secara langsung produksi hingga pengemasan produk dari peserta pelatihan.

“Mulai 7 November hingga 11 November, kami akan ketemu langsung meninjau ke tempat bapak ibu, kita bisa ‘one on one’ konsultasinya agar lebih maksimal. Kami berharap agar pelatihan serta pendampingan ini mampu menjadikan produk dari UMKM Kota Mojokerto ini lebih baik lagi. Agar produknya tidak hanya dipasarkan di Kota Mojokerto, tapi juga bisa bersaing dan dipasarkan di luar Kota Mojokerto bahkan Go Internasional,” pungkasnya. [tin/adv]





Apa Reaksi Anda?

Komentar