Politik Pemerintahan

Diskon Corona, Pokok Pajak R2-R3 Dipotong 15 Persen, R4 Dipotong 5 Persen

Surabaya (beritajatim.com) – Selain program pemutihan pajak kendaraan bermotor yang diperpanjang hingga 31 Juli 2020, Pemprov Jatim melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) juga memberikan ‘diskon corona’ kepada kendaaran roda dua, roda tiga, roda empat dan lebih.

Yakni, berupa pengurangan pokok pajak yang diberlakukan mulai Jumat (12/6/2020) hingga 31 Juli 2020. “Pengurangan pokok pajak untuk roda dua dan roda tiga dipotong 15 persen. Kemudian, untuk roda empat atau lebih, ada pengurangan sebesar 5 persen,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jatim, Boedi Prijo Soeprajitno kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (10/6/2020) malam.

“Ini pertama kali di Indonesia yang sedikit mengurangi beban wajib pajak. Gubernur Jatim masih perhatian betul dengan masa pandemi ini, karena ada beban berlebih di masyarakat,” sambungnya.

Menurut Boedi, diskon corona ini berlaku untuk kendaraan plat dasar hitam perorangan/badan dan plat kuning perorangan/badan. Plat merah tidak termasuk dalam diskon corona ini. Diberitakan sebelumnya, pemutihan pajak kendaraan bermotor diperpanjang hingga 31 Juli 2020.

Artinya, masyarakat sebagai wajib pajak bisa menikmati kembali pembebasan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dalam jangka waktu dua bulan.

“Kebijakan ini sesuai arahan Ibu Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dengan pertimbangan pandemi Covid-19 di Jatim yang belum selesai dan banyak warga masyarakat yang terdampak,” ujarnya kepada beritajatim.com di kantornya, Kamis (5/6/2020).

Boedi mengatakan sanksi yang dibebaskan untuk seluruh kendaraan yang mengalami keterlambatan pajak selama dua tahun tahun terakhir.

Menurutnya, pembayaran pajak ini bisa menggunakan online. Mulai dari e-Samsat Jatim, Samsat Online Nasional, Bank Jatim, Tokopedia, Link Aja, Griya Bayar Bank BTN, Indomaret, Alfamart, dan juga lewat PT Pos Indonesia.

Virus Corona

“Dengan metode ini, masyarakat bisa melakukan pembayaran selama 24 jam. Selain itu, juga membantu program pemerintah untuk melakukan social distancing,” jelasnya.

Pihaknya juga membuka layanan secara langsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Yakni, menyediakan wastafel untuk cuci tangan dengan sabun dan memeriksa suhu tubuh. Selain itu, juga menyediakan hand sanitizer, wajib pajak wajib menggunakan masker atau face shield hingga tetap physical distancing.

Lebih lanjut Boedi mengatakan ada sebanyak 46 layanan Samsat Induk di seluruh Jatim yang tetap beroperasi. Selain itu juga 20 titik layanan drive through. “Layanan ini buka mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Yang ditiadakan sementara adalah mobil samsat keliling. Karena ini khawatir berpotensi membuat kerumunan antrean,” ungkapnya. [tok/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar