Politik Pemerintahan

Sudah Selama 2 Bulan Ini

Dishub Ponorogo Turunkan Muatan 240 Truk yang Over Tonase

Kepala Dishub Ponorogo Djunaedi (foto : Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Langkah Dinas Perhubungan (Dishub) Ponorogo melakukan penurunan paksa terhadap truk tambang yang over tonase sudah berjalan 2 bulan. Penertiban dengan penurunan muatan lebih ini dinilai lebih efektif dibandingkan dengan penertiban sebelum-sebelumnya.

”Dari hasil rapat evaluasi yang kami lakukan, penurunan paksa ini mempunyai efek jera jika dibandingan dengan penilangan,” Kepala Dishub Ponorogo Djunaedi, saat ditemui beritajatim.com di kantornya, Rabu (4/12/2019).

Meski diakui oleh Djunaedi, masih ada saja sopir-sopir yang mengulangi. Namun jika mereka terjaring penertiban lagi, mereka dengan sukarela menurunkan sendiri kelebihan muatannya. Jadi pihaknya hanya menyediakan alat untuk melakukan penurunan.

”Truk yang muatannya pernah diturunkan petugas, saat terjaring lagi, mereka dengan sukarela menurunkan sendiri,” katanya.

Selama ini Dishub Ponorogo sudah memetakan daerah mana saja yang seeing dilewati oleh truk tambang ini. Dari data yang dihimpun, ada 3 kecamatan, yakni Kecamatan Sampung, Jenangan dan Pulung. Tiga kecamatan itu, kata Djunaedi memang mempunyai potensi tambang pasir. Jadi tidak heran jika truk-truk over tonase yang terjaring di 3 wilayah tersebut.

”Kecamatan Sampung, Jenangan dan Pulung memang mempunyai potensi tambang, jadi truk tambang itu berkutat ya 3 tempat itu,” katanya.

Selama 2 bulan penertiban, Dishub Ponorogo sudah menurunkan paksa muatan berlebih dari 240 truk. Dimana penurunan muatan pasir ini, langsung diletakkan di pinggiran jalan yang kondisinya bergelombang.

”Jadi pasir hasil penurunan paksa itu langsung digunakan untuk menguruk pinggir jalan yang tidak rata,” pungkasnya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar