Politik Pemerintahan

Antisipasi Penyebaran Covid-19

Dishub Pamekasan Dirikan 5 Pos Pantau Covid-19

Tim Satgas Covid-19 Pamekasan, melakukan pendataan terhadap rombongan santri Pondok Pesantren Sidogiri, Kamis (2/4/2020).

Pamekasan (beritajatim.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan mendirikan lima pos pantau guna memantau pergerakan warga dari luar yang masuk ke wilayah setempat, sekaligus sebagai langkah antisipatif sekaligus mencegah penyebaran wabah virus corona.

Bahkan dari lima titik yang dijadikan sebagai pos pantau tersebut, dua di antaranya dipusatkan di Kecamatan Tlanakan. Masing-masing di Terminal Kargo, serta di Terminal Ronggosukowati Ceguk. Sementara tiga pos lainnya ditempatkan di wilayah pantura serta sejumlah pasar tradisional.

“Hal ini kita lakukan sebagai upaya untuk memantau pergerakan warga, khususnya mereka yang berasal dari titik merah penyebaran wabah virus corona. sekaligus sebagai langkah antisipasi dan pencegahan,” kata Kepala Dishub Pamekasan, Ajib Abdullah, Sabtu (4/4/2020).

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya bersama instansi berbeda yang tergabung dalam Tim Satgas Covid-19 Pamekasan, seperti TNI-Polri, Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), Relawan Pamekasan serta sejumlah instansi ataupun komunitas lainnya.

“Jadi selain melakukan pemantauan pergerakan warga, tim satgas juga melakukan penyemprotan disinfektan pada tiap kendaraan yang masuk ke Pamekasan. intinya hal itu kita lakukan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan pendataan identitas para pendatang. Selanjutnya disampaikan ke Tim Satgas Covid-19 Pamekasan, guna dilakukan pengecekan kesehatan oleh tim medis dari Dinkes setempat. “Jumlah warga yang datang ke Pamekasan dari berbagai daerah sejak musim wabah ini, antara 200 hingga 250 orang setiap hari,” jelasnya.

“Jumlah (warga) terbanyak yang datang ke Pamekasan dari Jakarta, bahkan jumlah penumpang bus jurusan Jakarta-Madura akhir-akhir ini cenderung meningkat. Termasuk dari wilayah lain, seperti Malang, Surabaya atau bahkan dari luar negeri,” pungkasnya.

Berdasar hasil rilis Tim Satgas Covid-19 Pamekasan, Jum’at (3/4/2020) kemarin. Terdata sebanyak 6.610 warga tercatat dalam status Orang Dalam Resiko (ODR), lebih tinggi dibandingkan rilis sebelumnya yang tercatat sebanyak 6.008 orang dalam status serupa.

Peningkatan serupa juga terdata dalam status Orang Dalam Pantauan alias ODP. Sebelumnya tercatat sebanyak 191 orang, saat ini menjadi 200 orang atau bertambah sembilan orang dari hasil rilis sebelumnya, yaitu pada Kamis (2/4/2020).

Sementara untuk status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tetap bertahan di angka tiga. Ketiganya tersebar di tiga kecamatan berbeda di Pamekasan. Masing-masing satu orang di Kecamatan Galis, Larangan dan satu orang lainnya di Kecamatan Pamekasan (Kota).

Seperti diketahui, Pamekasan tercatat sebagai salah satu kabupaten di Jawa Timur, yang dinyatakan sebagai zona merah penyebaran Covid-19. Hal tersebut tidak lepas dari adanya satu orang PDP yang meninggal dunia dan dinyatakan positif terinfeksi corona. [pin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar