Politik Pemerintahan

Dishub Jember Bantah Izin Kadaluwarsa Jadi Biang Perginya Maskapai

Jember (beritajatim.com) – Sertifikat izin operasional Bandara Notohadinegoro di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sudah kedaluwarsa pada 20 Maret 2018. Namun Dinas Perhubungan setempat membantah bahwa kadaluwarsanya izin ini menjadi alasan maskapai penerbangan enggan beroperasi di bandara tersebut.

Semula, ada tiga maskapai yang beroperasi di Jember yakni Garuda Indonesia, Citilink, dan Wings Air. Namun dalam perkembangannya hanya Wings Air yang masih beroperasi. “Ini murni kebijakan dari perusahaan. Salah satunya ya tingkat okupansi penumpang,” kata Kepala Dishub Jember Hadi Mulyono.

Akhirnya pemerintah pusat menerbitkan sertifikat bandara udara sementara pada 22 November 2019 yang berlaku hingga 22 Desember 2019. Pemkab Jember masih mengurus sertifikat bandara permanen dengan difasilitasi Kementerian Perhubungan.

“Dalam kurun waktu itu (satu bulan), kami melengkapi persyaratan-persyaratan di luar master plan,” kata Hadi.

Dishub Jember mengusulkan anggaran sejumlah perbaikan fasilitas dan sarana-prasarana bandara dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2020. Namun untuk perpanjangan landasan pacu merupakan kewajiban PT Angkasapura II selaku pengelola. “Kalau sudah pengembangan, ya Angkasapura dong,” kata Hadi.

Bandara itu sendiri berdiri di atas lahan milik PT Perkebunan Nusantara XII. Jadi Pemkab Jember menjalin kerjasama dengan PTPN XII. “Kami kaji lagi nanti bagaimana ke depannya,” kata Hadi. [wir/ted]    





Apa Reaksi Anda?

Komentar