Politik Pemerintahan

Direstui Khofifah, Relawan KIP Progo 5 Siap Menangkan MA-Mujiaman

Surabaya (beritajatim.com) – Relawan setia Khofifah Indar Parawansa (KIP) yang tergabung dalam Relawan KIP Progo 5 merapat ke pasangan calon (paslon) 2 Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU). Dukungan ini atas perintah Khofifah yang saat ini menjadi Gubernur Jawa Timur.

Ketua Relawan KIP Progo 5 Rahman Ahmad mengaku merapatnya tim relawan Khofifah Indar Parawansa karena hanya paslon MAJU yang memiliki kualitas dan kemampuan untuk menggantikan Tri Rismaharini sebagai Wali Kota Surabaya. Machfud Arifin dan Mujiaman sudah terbukti kemampuannya.

“Ini relawan bu Khofifah yang tetap eksis sampai sekarang, hanya Palson Machfud-Mujiaman satu-satunya yang direstui oleh bu Khififah,” ujarnya dalam peresmpian Posko Relawan KIP Progo 5 di Jalan Dipenogero.

Rahman mengungkapkan, relawan yang tergabung dalam KIP Progo 5 ini sudah melakukan langkah-langkah dan terobosan untuk menggalang kekuatan memenangkan Paslon MAJU. Para relawan bergerak mandiri tanpa pamrih untuk perubahan kota Surabaya.

“Berbagai komunitas yang terafiliasi dengan progo berkomitmen memenangkan pak Machfud dan pak Mujiaman,” jelasnya.

Gerakan relawan KIP Progo 5 ini diberi nama The Doktor. Dimana nama itu mengambil julukan pembalap MotoGP Valentino Rossi. Gerakannya cukup gesit dan komprehensif ke kampung-kampung untuk mendulang suara dari masyarakat.

“Ini yang gabung dengan KIP Progo 5 ada kiai kampung, aktifis anti narkoba, asosiasi dosen dan lainnya, bergerak seperti Rossi memenangkan Paslon MAJU,” terangnya.

Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin berterimakasih atas dukungan dari Relawan KIP Progo 5. Dukungan ini sangat rasional karena memiliki kesamaan visi dan misi agar ada perubahan di Kota Surabaya.

“Ini mandiri tanpa pembiayaan dari kami dan ingin memenangkan MAJU, visi-misinya sepaham dan sejalan untuk kolaborasi ke depan dalam tata kelola pemerintahan antara provinsi dan kota madya,” katanya.

Alumni SMPN 1 Surabaya mengungkapkan, relawan KIP Progo 5 menginginkan adanya perubahan di Kota Surabaya yang butuh lompatan-lompatan besar untuk mengejar ketertinggalan. Sebab, selama ini sumber daya masyarakat (SDM) Surabaya tidak pernah disentuh.

“Yang bagus pembangunan di protokol saja, sementara SDM banyak yang belum disentuh,” katanya.

Buktinya, lanjutnya, masih banyak masyarakat yang mengharapkan bantuan, seperti masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), bantuan PKH dan lainnya. “Belum lagi bantuannya salah sasaran, yang sudah mati dikasih, yang benar-benar butuh ngak dapat,” ungkapnya.

Machfud menginginkan tidak ada ketimpangan antara pembangunan kota dan manusia. Karenanya, Surabaya harus maju kotanya, dan warganya makmur. “Jangan sampai hanya kotanya maju sementara warganya sengsara,” tandasnya.(ifw/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar