Politik Pemerintahan

Dipersoalkan dalam Debat Publik, Ini Data BPS Tentang IPM Ponorogo

Kepala BPS Ponorogo Siswi Harini(foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pembangunan manusia di Kabupaten Ponorogo pada tahun 2019 terus mengalami kemajuan. Tolok ukur kemajuan itu jika melihat data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Ponorogo.

Pada tahun 2018 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di bumi reyog mencapai 69,91persen. Di tahun 2019 naik menjadi 70,56 persen, atau tumbuh sebanyak 0,93 persen.

“IPM ini untuk mengukur keberhasilan dalam mengupayakan membangun kualitas hidup manusia,” kata Kepala BPS Ponorogo Siswi Harini, Rabu (4/11/2020).

Nalai IPM sebanyak 70,56 ini menjadikan Ponorogo dalam kategori tinggi, dimana sebelumnya dalam kategori sedang. Ada tiga komponen untuk pembentukan IPM. Yakni kesehatan, pendidikan dan pengeluaran per kapita.

Dalam komponen kesehatan, pada tahun 2019, umur harapan hindupnya mencapai 72,65 tahun. Untuk komponen pendidikan yaitu rata-rata lama sekolah (RLS) 7,21 dan harapan lama sekolahsekolah (HLS) 13,72.

Sementara pengeluaran per kapita sebesar Rp 9,88 juta per tahun. Dalam website resmi milik BPS Ponorogo, data IPM Ponorogo dari tahun 2015 hingga 2019 menunjukkan grafik peningkatan. Secara berturut-turut IPM Ponorogo tahun 2015 (68, 16), 2016 (68, 93), 2017 (69, 26), 2018 (69, 91) dan 2019 (70, 56).

“IPM Ponorogo 2019 ini disampaikan pada tahun 2020. Peningkatan hingga 70,56 inilah yang menjadikan Ponorogo sebagai kabupaten kategori tinggi,” katanya.

Terkait IPM Ponorogo ini, sebelumnya pernah menjadi topik bahasan dalam debat publik perdana Pilkada Ponorogo. Calon bupati Sugiri menyebut jika IPM Ponorogo peringkat dua dari bawah se-eks Karesidenan Madiun.

Sementara cabup Ipong Muchlissoni menampiknya. Selama lima tahun terakhir, dia menyebut jika IPM Ponorogo selalu mengalami peningkatan. Hingga Ponorogo mendapatkan kategori tinggi. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar