Politik Pemerintahan

Dinsos Tampilkan Kerajinan Karya Remaja Berkebutuhan Khusus di Jatim Fair

Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jatim menampilkan keahlian para remaja berkebutuhan khusus saat pelaksanaan Jatim Fair Virtual 2020 di Grand City Surabaya, Kamis (22/10/2020).

“Mereka selama ini diberi bekal keterampilan dan diberdayakan melalui UPT-UPT. Sekarang kami tampilkan keahliannya,” ujar Kepala Dinas Sosial Provinsi Jatim, M Alwi di sela pembukaan Jatim Fair Virtual di Grand City Surabaya.

Menurut dia, ditampilkannya keahlian para remaja berkebutuhan khusus itu sama seperti pelaksanaan pameran tahun-tahun sebelumnya, namun yang berbeda adalah pembatasan.

“Tidak hanya space yang dibatasi, tapi juga orangnya. Ini karena sekarang masa pandemi Covid-19 dan kami sangat memahami,” ucapnya.

Kendati demikian, pihaknya mengaku tak menyurutkan semangat para remaja berkebutuhan khusus untuk berkarya melalui pembuatan produk, termasuk ahli memperbaiki benda-benda elektronik.

“Kalau dulu ada juga pijat dan lain-lain. Tapi sekarang kami tampilkan mereka yang ahli servis elektro, servis ponsel dan sablon kain atau gelas. Dan, yang pasti sebagian juga diberdayakan melalui daring,” katanya.

Jatim Fair Virtual Tahun 2020 sebagai rangkaian Hari Jadi ke-75 Provinsi Jawa Timur berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu dikemas dalam bentuk offline atau luring selama tiga hari (22-24 Oktober) dan online atau daring selama lima hari (22-26 Oktober).

Bertema “Transformasi Digital untuk Pemulihan Ekonomi”, konsep tahun ini dilaksanakan dengan komposisi 20 persen luring dan 80 persen daring.

Konsep luring ini melalui kegiatan Business to Business (B to B) dan diperuntukkan bagi undangan, yakni para reseller Tokopedia yang terpilih memenuhi syarat kesehatan dan ekonomi.

Sedangkan, konsep daring melalui kegiatan Business to Consumer (B to C) yang diperuntukkan bagi masyarakat umum, serta dilakukan dua cara, yakni bekerja sama dengan marketplace Tokopedia dan juga laman www.jatimfair.com.

Total diikuti 115 peserta dengan jumlah stan 124 booth yang terdiri dari kabupaten/kota di Jatim, BUMN, BUMD, Swasta serta OPD di lingkungan Pemprov Jatim.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin Elestianto Dardak, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim, serta disaksikan secara virtual oleh beberapa Konjen serta Bupati/Wali Kota se-provinsi setempat.

Kerajinan hasil karya masyarakat berkebutuhan khusus atau disabilitas binaan Dinas Sosial Jatim, dipamerkan di acara Jatim Fair yang digelar di Grand City Surabaya mulai 22 hingga 25 Oktober 2020. Kerajinan yang dipamerkan mulai kain sulam, cangkir, merchandise, dan lain sebagainya. Keahlian dari masyarakat berkebutuhan khusus pun turut dipamerkan di acara tersebut.

“Dinas Sosial lebih pada menampilkan produk dari anak-abak kami yang ada di berbagai UPT. Mereka orang-orang yang masuk dalam kategori berkebutuhan khusus tapi mereka punya ketrampilan, kita berdayakan,” kata Alwi.

Alwi menegaskan, pihaknya terus memberikan pembinaan kepada penyandang disabilitas dalam upaya meningkatkan ketramlilannya. Sehingga para penyandang disablitas tersebut bisa memperoleh penghasilan dan tidak lagi menjadi beban. [tok/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar