Politik Pemerintahan

Dinsos Bojonegoro: Penerima PKH Menurun

Bojonegoro (beritajatim.com) – Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mendata jumlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) mengalami penurunan. Penurunan jumlah penerima program bagi warga miskin itu ada beberapa sebab.

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial, Slamet mengatakan sesuai dengan data pencairan pada triwulan empat, jumlah penerima PKH sebanyak 64.095 orang. “Data terakhir, penerima PKH sekarang sebanyak 62.845 orang,” ujar Slamet, Rabu (29/1/2020).

Beberapa sebab yang mempengaruhi berkurangnya penerima manfaat PKH ini, kata dia, karena diantaranya sudah mampu secara ekonomi, sudah tidak memenuhi syarat sebagai penerima, dan mengundurkan diri.

Dinas Sosial kini juga sedang melakukan penempelan stiker di rumah peserta PKH. Penempelan dilakukan sejak awal Januari 2020 dan ditarget selesai dalam satu bulan. Salah satu daerah yang sudah mulai ditempel stiker yakni Kecamatan Kepohbaru dan Balen. “Awal bulan Februari 2020 laporannya,” jelasnya.

Penempelan stiker itu dilakukan untuk mengetahui rumah warga sebagai penerima manfaat PKH. Sehingga lebih mudah dalam mengidentifikasi warga yang kiranya dirasa sudah tidak memenuhi syarat sebagai penerima manfaat.

Koordinator Kabupaten Bojonegoro Program Keluarga Harapan, Sulistyowati mengatakan, proses penempelan stiker di rumah penerima manfaat PKH ini sekarang sudah berjalan di masing-masing kecamatan. Namun, beberapa ada yang minta ditunda untuk mengantisipasi dampak sosial adanya Pemilihan Kepala Desa.

“Ada beberapa kecamatan yang akan melakukan Pilkades ini minta ditunda dalam penempelan stiker. Seperti diantaranya Kecamatan Kasiman, Ngraho, dan Kecamatan Dander,” ungkapnya. [lus/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar