Politik Pemerintahan

Dinkes Jember akan Proses Laporan Soal Sopir Ambulans yang Diduga Tak Netral

Jember (beritajatim.com) – Adanya oknum sopir ambulans desa yang terlibat aksi dukung-mendukung dalam pemilihan kepala daerah mendapat sorotan dalam rapat dengar pendapat di ruang Komisi D DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (10/11/2020).

Rapat dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Dyah Kusworini, Direktur RSD dr. Soebandi Hendro Soelistijono, Direktur RS Kalisar Kunin Nasihah, dan Direktur RS Balung Nafisah. Rapat tersebut membahas penanganan Covid-19 dan layanan kesehatan di Jember.

“Kami sangat meragukan netralitas tenaga (layanan kesehatan) di bawah naungan Dinas Kesehatan. Salah satu contoh adalah sopir ambulans yang digaji dengan APBD, tapi mengampanyekan pasangan calon. Kalau butuh bukti, saya akan japri,” kata Ardi Pujo Prabowo, anggota Komisi D dari Partai Gerindra.

Ardi juga menyoroti kader-kader kesehatan yang juga mendapat honor dari APBD. “Mereka berani door to door untuk mengampanyekan salah satu pasangan calon,” katanya. Ia khawatir jika persolan ini jadi sorotan, maka akan berdampak terhadap Dyah Kusworini. Ardi mengatakan, tindakan tegas akan menjadi terapi kejut bagi tenaga layanan kesehatan lainnya.

Achmad Dhafir Syah, anggota Komisi D dari Partai Keadilan Sejahtera, mengusulkan agar ada tindakan tegas terhadap tenaga layanan kesehatan yang terbukti berpihak terhadap salah satu pasangan calon dalam pilkada di Jember. “Sebaiknya dicutikan sementara,” katanya.

Kusworini mengaku sudah mengimbau kepada semua tenaga kesehatan dan tenaga di bawah Dinkes agar mengikuti aturan. “Imbauan dari kami sudah ada, karena memang sopir ambulans dalam struktur ketenagaan bukan ASN (Aparatur Sipil Negara). Bila memang ada yang terindikasi (tidak netral), monggo dilaporkan disertai bukti, kami yang akan memproses,” katanya. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar