Politik Pemerintahan

Dinkes Bangkalan: Pengadaan Kardus Sampah Medis Bukan Rp 18 Miliar, Tapi Rp 18 Juta

Petugas medis membuang sampah

Bangkalan (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangalan akhirnya menanggapi adanya pemberitaan di media terkait anggaran pengadaan kardus sampah medis, yang disebut mencapai Rp 18 miliar, ternyata tidak benar.

Bahkan, salah dalam menuliskan angka. Sebab, anggaran pengadaan kardus sampah medis yang bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) tahun 2020 tersebut sebenarnya hanya sebesar Rp 18 juta.

Tak hanya itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan, Sudiyo menegaskan bahwa kalimat kutipan di dalam berita media online yang menyatakan serapan anggaran sudah mencapai Rp 10 miliar itu bukan hanya anggaran pengadaan kardus sampah medis saja, melainkan serapan seluruh anggaran dan kegiatan di dinkes.

“Adapun data berbentuk draft yang beredar dengan nominal Rp. 18.000.000.000 bukan data dari pihak Dinkes Bangkalan. Demikian yang bisa saya sampaikan kurang lebihnya mohon maaf,” terang Kadinkes Bangakalan dalam pers release yang disebar ke beberapa kontak wartawan, Jumat (2/10/2020).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, adanya data tentang pengadaan kardus sampah medis Dinkes Bangkalan yang menelan anggaran Rp 18 Milyar disampaikan oleh Muhammad Hotib salah satu anggota banggar DPRD Bangkalan. Ia mengatakan pembelian kardus sampah medis tersebut perlu dipertanyakan karena nilainya cukup besar.

“Beberapa yang kami pertanyakan salah satunya dana Rp 18 Milyar yang diperuntukan pembelikan kardus sampah medis,” jelasnya, kamis (1/10/2020) kemarin.

Diketahui, anggaran tersebut terlampir pada rincian penggunaan BTT tahun anggaran 2020. Tercatat dana Rp 18 Milyar untuk pembelian kardus sampah medis ukuran 70x50x40 sebanyak 600 buah.[sar/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar