Politik Pemerintahan

Dinilai Ketua DPRD dan PWI Gresik, 10 Siswa Nominasi Essay Competition Beradu Presentasi

Gresik (beritajatim.com) – Sebanyak 10 siswa baik itu dari sekolah SMU, MA dan sederajad se-Kabupaten Gresik, beradu presentasi dalam lomba essai competition yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2020

Dalam presentasi tersebut, mereka dinilai oleh Ketua DPRD Gresik, H.Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) serta ketiga wakil ketua dewan masing-masing Ahmad Nurhamim, dr Asluchul Alief, dan Mujid Riduan.

Ketua DPRD Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi kegiatan literasi yang digagas oleh PWI Gresik yang diikuti ratusan siswa SMU sederajad se-Kabupaten Gresik.

“Kalau bisa kegiatan seperti ini tidak hanya mengangkat temas soal pilkada saja. Tapi juga soal sektor lainnya seperti pariwisata, perekonomian dan lain-lain,” katanya di sela-sela sebagai dewan juri lomba essai competition PWI Gresik, Sabtu (1/02/2020).

Menurut Gus Yani, lomba essai seperti ini juga untuk mengkampanyekan minat baca. Pasalnya, di Indonesia kegiatan minat baca masih sangat kurang. Bahkan, peringkat Indonesia berada di nomor urut 63 dunia. Berarti minat bacanya sangat kurang.

“Saya berharap program yang digagas PWI Gresik tidak sebatas sampai disini saja tapi dilanjutkan,” ungkapnya.

Dirinya mencontohkan, menulis merupakan proses, dan tidak mungkin bisa menulis kalau tidak membaca. Jadi kalau punya modal menulis sangat bagus untuk dikembangkan.

“Disini saya mencontohkan mertua saya KH. Ali Masyhuri (Gus Ali) yang rajin menulis serta membaca dan itu dilakukan berturut-turut. Kalau terbiasa membaca pasti produktif menulisnya. Terkait dengan ini, kedepan ruang baca di Gresik akan ditingkatkan. Ada ruang baca yang resprentatif yang akan digagas oleh DPRD Gresik,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gresik dr Asluchul Alief menanyakan soal pendidikan dihadapan siswa. Dirinya, mengkritisi mengenai data penulisan jangan hanya persepsi tapi harus valid datanya agar tidak mudah terkena informasi hoaks.

“Data yang diambil buat penulisan jangan sampai jadi informasi hoaks dan bisa dipertanggungjawabkan,” tandasnya.

Ketua PWI Gresik, Sholahuddin menyatakan lomba essai competition ini yang kedua kalinya. Tujuan diadakan lomba tersebut supaya generasi millenial tetap meningkatkan kemampuannya di bidang literasi. Utamanya, memberi masukan kepada bupati dan Wakil Bupati kedepan yang terpilih di pilkada.

“Tema kali ini adalah sosok bupati dan wakil bupati terpilih di mata generasi millenial. Dari ratusan karya tulis yang masuk penilaian ada 10 nominasi dan penetapan juara pertama, kedua, ketiga hingga harapan pertama dan kedua,” tandasnya. (dny/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar