Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Dinas Perikanan Lamongan Dinobatkan Sebagai Pemenang Publik Service East Java 2021

Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan dinobatkan sebagai pemenang dan menerima anugerah penghargaan Publik Service of The Year East Java 2021 dari MarkPlus Inc

Lamongan (beritajatim.com) – Setelah melalui proses penilaian oleh panel juri, Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan dinobatkan sebagai pemenang dan menerima anugerah penghargaan Publik Service of The Year East Java 2021 dari MarkPlus Inc melalui divisi MarkPlus Institute, pada ajang Indonesia Marketeers Festival (IMF) melalui platform zoom webinar.

Diketahui, IMF merupakan ajang bertemunya kalangan businness, industry, dan goverment yang memberikan pengakuan dan penghargaan kepada dinas-dinas yang berada di bawah naungan pemerintah kota/kabupaten di Jawa Timur dalam aspek pelayanan publik. Penilaian dilakukan oleh juri yang terdiri dari tim manajemen puncak MarkPlus Inc, tokoh masyarakat dan media.

Kepala Dinas Perikanan Lamongan, Heru Widi mengungkapkan, bahwa pihaknya sangat bersyukur atas diperolehnya anugerah penghargaan tersebut. Dengan adanya penghargaan itu, lanjut Heru Widi, bisa mendorong dan memotivasi Dinas Perikanan untuk bisa memberikan kemanfaatan yang lebih besar kepada publik, utamanya Lamongan.

“Tentu kami sangat bersyukur atas adanya penghargaan yang diperoleh ini. Mungkin selama ini, Lamongan dinilai sebagai produsen ikan tertinggi di Jatim, baik ikan segar maupun produk olahannya. Namun, terlepas dari anugerah penghargaan itu, kami terus memaksimalkan peran dalam peningkatan produksi kesejahteraan di sektor perikanan, baik dalam hal tangkap maupun budidaya,” ungkap Heru Widi saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (16/9/2021).

Tak hanya itu, berkat capaian kinerja baik yang dilakukan oleh Dinas Perikanan Lamongan, Desa/Kecamatan Paciran juga masuk sebagai salah satu desa inovasi di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan inovasi penangkapan rajungan.

“Tidak hanya Paciran, bahkan Desa Labuhan Kecamatan Brondong, Kelurahan Blimbing dan Desa Kandangsemangkon Kecamatan Paciran juga ditetapkan oleh KKP sebagai percontohan (pilot project) budidaya dan tangkap ikan kakap dan kerapu sampai dengan tahun 2024,” lanjutnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Heru Widi menambahkan, selanjutnya akan dilakukan penyerapan aspirasi kebutuhan yang diperlukan untuk menindaklanjuti proyek kebutuhan tersebut yang langsung ke para nelayan dan pembudidaya setempat.

“Sebelumnya, sejumlah upaya juga sudah kami lakukan dalam peningkatan produksi kesejahteraan budidaya kerapu, di antaranya pengadaan jaring pendederan ikan kerapu, paket benih dan pakan kerapu, sarana penggiling pakan, kincir air berangkai, rehab jalan produksi, alat uji kualitas, dan sarana prasarana lainnya,” paparnya.

Lebih jauh, Heru Widi juga mengharapkan, bahwa di Lamongan nantinya bisa segera digelar revitalisasi balai benih ikan, Cold Storage milik pemerintah yang ditempatkan di beberapa kecamatan yang memiliki potensi perikanan besar, adanya pusat pemasaran ikan atau etalase produk berbasis olahan ikan, dan Balai Pelatihan khusus perikanan.

“Kita juga menginginkan untuk prospek ke depan adanya tempat pelelangan ikan (TPI) perairan umum darat, paling tidak ada 2. Lalu perlu juga dilakukan restocking (tabur benih ikan). Semua itu dilakukan demi menstabilkan kualitas ikan dan harga, menjaga stok ketersediaan kapasitas ikan, manejemen pemasaran, serta peningkatan kualitas SDM juga. Karena potensi perikanan kita sangat besar,” imbuhnya.

Terakhir, dalam keterangannya, Heru Widi juga menyarankan, agar para nelayan di Lamongan bisa segera mendaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Saat ini, pihaknya juga mengaku, tengah gencar melakukan pembinaan kepada para pelaku UMKM berbasis olahan ikan yang tergabung dalam LASIO (Lamongan Asosiasi Ikan Olahan).[riq/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar