Politik Pemerintahan

Dinas LH Jatim: Jember Sering Tidak Mengikuti Program Provinsi

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember selama beberapa tahun ternyata tidak ikut serta dalam program-program sektor lingkungan hidup yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Program Desa Berseri, contohnya. Kemudian Adipura. (Jember) sempat sekali mendapatkan sertifikat Adipura. Satu kali. Itu pun tahun 2015 atau 2016. Setelah itu tidak ada lagi,” kata Ratih Murwani, Kepala Bidang Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur, usai bertemu dengan Komisi C di gedung DPRD Jember, Kamis (3/12/2020).

Menurut Ratih, setiap kali diundang, tidak ada perwakilan dari Pemkab Jember yang hadir. “Kami minta mengikuti Desa Berseri, juga tidak mengikuti. Akhirnya DPRD Jember ada inisiatif melakukan kunjungan ke kantor kami untuk bertanya soal pengelolaan sampah dan program-program kami di Jawa Timur,” katanya.

Ratih sudah menyampaikan bahwa ada banyak program sektor lingkungan hidup yang dilaksanakan Pemprov Jatim. “Khususnya kalau pengelolaan sampah, kami ada Desa Berseri. Desa Berseri bisa dinaikkan lagi menjadi Proklim (Program Kampung Iklim) yang merupakan penghargaan dari pusat. Kemudian kalau Adiwiyata melibatkan sekolah-sekolah,” katanya. Jember juga satu-satunya di Jatim yang tidak ikut Proklim.

Desa Berseri adalah program kebersihan yang melibatkan masyarakat. “Jadi masyarakat bisa paham persis bagaimana mengolah sampah, terutama sampah di rumah tangga masing-masing,” kata Ratih.

Masyarakat bisa memilah sampah untuk diberikan ke bank sampah. Ini bagian dari edukasi terhadap masyarakat. “Jangan sampai masyarakat membuang sampah sembarangan,” kata Ratih.

Kesadaran masyarakat di Jawa Timur memang masih harus ditingkatkan. “Saya sudah beberapa kali mengimbau (untuk tidak membuang sampah sembarangan). Tapi masih ada. Mungkin kapasitasnya tidak sebesar yang dulu,” kata Ratih.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jember Arismaya Parahita mengatakan, pihaknya pernah ikut sekali untuk Desa Berseri. “Kalau tidak salah tahun 2018. Yang kami tunjuk (mewakili) kalau tidak salah Desa Wonoasri, Kecamatan Ambulu. Jadi kami ikuti itu. Ada pemilahan sampah, ada sosialisasi juga. Tapi tidak seintensif yang ada di petunjuk pelaksanaan,” katanya, Jumat (4/12/2020). [wir/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar