Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Dinas Kearsipan Lamongan Optimalisasi Arsip Digital

Lamongan (beritajatim.com) – Dinas Kearsipan Daerah Kabupaten Lamongan menjadikan Peringatan Hari Kearsipan Nasional ke 50 sebagai momentum untuk memantapkan diri dan lebih mengoptimalkan arsip digital di Kabupaten Lamongan, Kamis (20/5/2021).

Staf Dinas Kearsipan Lamongan, Agus Buchori, mengungkapkan bahwa saat ini Dinas Kearsipan Lamongan sedang mengalihmediakan arsip status yang ada di depo arsip untuk diupload ke Sistem Informasi Kearsipan Status (SIKS) yang dikelola Dinas Kearsipan Kabupaten Lamongan.

“Saat ini kita sedang mengalih mediakan arsip status yang ada di depo arsip. Arsip yang kita alih mediakan ini, kita upload ke SIKS yang dikelola oleh Dinas Kearsipan Daerah Kabupaten Lamongan” ungkap Agus kepada¬†beritajatim.com

Dalam peringatan Hari Kearsipan Nasional ke 50, Arif mengaku, Pihak Dinas Kearsipan Lamongan tidak mengadakan acara peringatan secara khusus, namun lebih menekankan momentum tersebut sebagai usaha optimalisasi Lamongan ke arah pemerintahan berbasis digital.

“Peringatan secara khusus tidak ada, cuma hari ini ada penyampaian hasil audit kearsipan eksternal di Dispusip (Dinas Perpustakaan dan Kearsipan)¬† Provinsi Jawa Timur,” terangnya.

Dinas Kearsipan Lamongan, lanjut Agus, bahkan juga mulai mengalihmediakan foto dokumentasi kegiatan sejak Bupati Lamongan periode 1989-1994 dan 1994-1999, Muhammad Faried, ke Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) yang dikelola oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

“Kita juga mulai mengalihmediakan foto kegiatan Bupati Faried yang kita upload dalam JIKN yaitu Jaringan Informasi Kearsipan Nasional yang dikelola oleh ANRI,” lanjutnya.

Upaya mengalihmediakan tersebut dilakukan Dinas Kearsipan untuk mewujudkan layanan arsip dinamis dan statis sebagai memori kolektif Lamongan. Serta bentuk komitmen dari Dinas Kearsipan Lamongan dalam menyajikan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan kepada publik.

Selanjutnya, Dinas Kearsipan Lamongan saat ini terus melengkapi regulasi yang berkaitan dengan kearsipan berbasis digital dan berusaha mengelolanya dengan baik sehingga tertata secara efisien, efektif, dan sistematis.

“Kita melengkapi regulasi, baik Perda dan Perbup yang berkaitan dengan kearsipan. Selain itu kita juga mendorong masing-masing OPD agar mempunyai Unit Kearsipan (ruang record center), kita kawal melalui audit kearsipan internal Kabupaten Lamongan,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, Dinas Kearsipan Lamongan meraih nilai AA (Sangat Memuaskan) dan peringkat 3 tingkat Provinsi Jawa Timur atas hasil pengawasan kearsipan tahun 2020 yang diselenggarakan ANRI. Sesuai PermenpanRB No 30 tahun 2018, nilai hasil pengawasan kearsipan menjadi salah satu komponen penilaian Reformasi Birokrasi.

Terakhir, Dinas Kearsipan Lamongan melalui Agus Buchori, berharap nantinya seluruh Instansi Publik di Lamongan semakin sadar akan tanggung jawabnya dalam melakukan pengelolaan arsip untuk menjadi informasi publik.

“Semoga seluruh Instansi Publik di Lamongan makin sadar dan tertib arsip, sehingga Kearsipan Lamongan bisa menjadi penjaga bukti pelaksanaan pemerintahan yang proses dan perkembangan Lamongan nantinya bisa dilihat oleh generasi yang akan datang melalui arsip yang kita kelola,” pungkasnya.[riq/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar