Politik Pemerintahan

Dinas Kabupaten Lamongan Terpilih Uji Petik Pendampingan Tata Kelola MBS Terbaik

Lamongan (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan telah terpilih uji petik pendampingan tata kelola Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) terbaik dari hasil monitoring dan evalusi (Monev) Direktorat SMP Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Dalam kesempatan itu, Agus Triyanto selaku Tim Monitoring dan Supervisi Bidang Tata Kelola Direktorat SMP mengungkapkan, bahwa dari hasil monitoring di seluruh Kabupaten se-Indonesia yang disampling mulai tanggal 29 Maret hingga 27 April 2021, diketahui MBS telah mati suri, bahkan pelaksanaan 5 (lima) prinsip MBS itu dinilai masih jauh dari harapan.

“Lima prinsip itu adalah kemandirian, partisipatif, kemitraan, keterbukaan, dan akuntabilitas di tingkat Dinas Pendidikan, MKKS (Musyawarah Kerja, Kepala Sekolah) dan MKPS (Musyawah Kerja Pengawas),” ungkap Agus, Sabtu (12/6/2021).

Lebih lanjut, karena Kabupaten Lamongan berhasil terpilih jadi yang terbaik dalam pelaksanaannya, hal itu membuat Dinas Pendidikan Lamongan akan diundang secara langsung untuk bisa memberikan contoh yang baik pada pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di daerah dalam kerangka implementasi MBS.

“Saya melihat Lamongan bisa jadi contoh, karena ada linieritas pelaksanaan lima prinsip MBS antara sekolah dengan kebijakan Dinas Pendidikan. Di antara keduanya ini ada unsur pengawas yang bisa memonitoring dan menyupervisi pelaksanaan MBS di sekolah, sehingga bisa berjalan dengan baik,” terang Agus.

Agus Triyanto juga menambahkan, upayanya untuk mendatangkan tim dari Lamongan pada Rakor yang akan dihadiri oleh seluruh Dinas Pendidikan se-Indonesia ini dilakukan sebagai persiapan dalam penyelenggaraan pendampingan tata kelola sekolah berbasis SMP.

“Kami rasa tidak sia-sia mendatangkan tim dari Lamongan yang bisa menjadi pembanding sepadan untuk skala nasional di bulan Juli. Lamongan akan diminta presentasi praktik baik di acara itu nanti.” kata Agus saat refleksi penutupan acara.

Sementara itu, Kabid Pendidikan SMP, Chusnu Yuli Setyo, yang juga menjadi Ketua Perwakilan Dinas Pendidikan saat itu menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh tim yang bertugas atas kinerja baik yang dilakukan. “Ini merupakan tim yang hebat, karena hanya punya waktu satu hari untuk persiapan, namun dapat apresiasi luar biasa dari narasumber dan tim Direktorat SMP,” ujar Chusnu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tim tersebut terdiri dari unsur MKPS, yang diwakili Jumaidi (Koordinator Pengawas), Hadi dan Darji. Sementara dari unsur MKKS, diwakili oleh Yayuk Setya Rahayu (Kepala SMPN 2 Lamongan), Kastur (Kepala SMPN 1 Karanggeneng), dan Safiudin (Kepala SMPN 1 Mantup). Sedangkan dari Dinas Pendidikan yakni Kabid SMP bersama Tri Wulansari (Kasi Kesiswaan dan kurikulum), Edy Suprianto, dan Sitik Sumarni (Staf).

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Nalikan, pihaknya merasa bangga dengan keberhasilan ini. “Kami turut bangga, namun kami juga meminta kepada seluruh sekolah dan pengawas untuk tetap melaksanakan MBS dengan baik, dan harus paling baik karena akan jadi percontohan nasional.” tuturnya.

Diketahui, Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan sebelumnya juga diminta untuk melakukan presentasi praktik baik Sekolah Tangguh Semeru sebagai persiapan Pembelajaran Tatap Muka, di Hotel Westin Nusa Dua Bali pada 7-8 April 2021 lalu. Kemudian, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan diminta lagi untuk presentasi, diskusi, dan melakukan refleksi dalam penyusunan pendampingan tata kelola SMP berbasis MBS skala nasional, pada tanggal 10 sampai 12 Juni 2021, di Hotel Luxton Cirebon.[riq/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar