Politik Pemerintahan

Dinas ESDM Jatim: Air Tanah Terjaga, Petani Sejahtera

Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jatim memprioritaskan air tanah menjadi salah satu energi baru terbarukan yang akan dikembangkan di Jatim.

“Untuk mendapatkan penanganan serius agar air tanah di Jatim tetap terjaga, makanya prioritas air tanah dijadikan salah satu energi baru terbarukan yang akan kami kembangkan,” kata Kepala Dinas ESDM Provinsi Jatim Setiajit di kantornya, Senin (2/12/2019).

Kementerian ESDM telah melakukan kerja sama dengan Dinas ESDM Jatim menggelar Talkshow Air Tanah dengan tema ‘Air Tanah Terjaga, Petani Sejahtera’ beberapa waktu lalu di Surabaya.

Menurut dia, di Jatim sendiri ada beberapa daerah yang sangat kekurangan air, di antaranya adalah di Ponorogo, Pacitan dan Trenggalek, maka dari itu air permukaan harus dikelola dengan baik agar di Jatim adanya cadangan air.

Dinas ESDM Provinsi Jatim sendiri di Tahun 2020 akan membangun 142 sumur bor di 17 kabupaten yang mengalami krisis air. Dari 666 kecamatan, 50 persen kekurangan air, cekungan air tanah di daerah yang kekurangan air mengalami penurunan. Sehingga, sudah tidak bisa mencukupi untuk pertanian juga masyarakat.

Karena itu, lanjut dia, daerah yang dilalui aliran sungai Bengawan Solo seperti Gresik, Bojonegoro dan Tuban harus dikelola dengan baik, agar mempunyai cadangan air dan tidak hanya untuk kepentingan pertanian, namun juga untuk kepentingan masyarakat.

“Di tahun 2020 nanti, Dinas ESDM Provinsi Jatim akan membuat 142 sumur bor di 17 kabupaten kota di Jatim yang mengalami krisis air. Pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten harus bersatu mengelola air permukaan, karena saat ini jatim kekurangan air tanah,” katanya.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam, Sampe L Purba mengatakan, air tanah merupakan sumber daya alam yang terbarukan. “Namun, apabila tidak kita kelola dengan baik dan memperhatikan keseimbangan antara imbuhan dan pengambilannya, maka potensi ketersediaannya akan semakin berkurang,” jelasnya.

“Air tanah memberikan peranan penting untuk berbagai keperluan, maka pemanfaatan air tanah harus memperhatikan keseimbangan dan pelestarian sumber yang kita kenal sebagai berwawasan lingkungan,” imbuhnya.

Melalui talkshow ini, Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, Badan Geologi, Kementerian ESDM ingin memberikan gambaran kebijakan pemanfaatan air tanah bagi pertanian serta mencari solusi dalam mengatasi permasalahan penggunaan air tanah untuk irigasi di Provinsi Jatim. (tok/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar