Politik Pemerintahan

Dilarang Parkir di Sekitar Alun-alun Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro menutup area badan jalan di area Alun-alun, yang menjadi pusat kota sebagai tempat parkir. Meski di Jalan Mas Tumapel tersebut bermarka ruang parkir sepeda motor.

Kepala Dishub Bojonegoro Adie Witjaksono mengatakan, larangan parkir tersebut karena badan jalan di sekitar alun-alun, khususnya jalan yang berada di depan pintu masuk kantor Pendopo Pemkab Bojonegoro tersebut bukan wilayah parkir di badan jalan.

“Sudah ada larangan parkir, kecuali ada kegiatan Pemkab dan kendaraan pemain tenis diperbolehkan (parkir),” ujarnya, Kamis (11/7/2019).

Larangan parkir yang ada di jalan tersebut yakni berupa tali yang dibentangkan di badan jalan. Sedangkan, marka ruang parkir tersebut menurut Adie, digunakan berjaga-jaga jika ada kegiatan di Pemkab, seperti pemberangkatan haji dan lain-lain.

Penentuan larangan parkir di badan jalan ini sebenarnya belum ada peraturan yang mengaturnya. Dishub rencananya baru akan menyusun perda tentang titik-titik yang menjadi area parkir. Area parkir itu baik di badan jalan maupun di luar jalan.

“Perda untuk area parkir ini belum ada, seharusnya banyak lahan yang bisa dimanfaatkan untuk lahan parkir,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, pendapatan asli daerah dari jasa parkir harian pada tahun 2018 sebesar Rp276 juta. Jumlah tersebut diperoleh dari parkir kendaraan yang berplat nomor luar daerah Bojonegoro. Sedangkan dari parkir berlangganan sebesar Rp7,1 miliar. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar