Politik Pemerintahan

Dilaporkan DKPP, KPU Kabupaten Malang: Ini Bagian Risiko, Kami Siap Hadapi

Malang (beritajatim.com) – Ketua KPU Kabupaten Malang, Anis Suhartini tak gentar atas upaya Tim Pemenangan Paslon Perseorangan Malang Jejeg yang melaporkan seluruh Komisioner KPU Kabupaten Malang ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Menurut Anis, tudingan pada KPU yang dianggap tidak profesional, adalah sebuah risiko pekerjaan. “Ini bagian risiko jabatan, saya masih no coment ya. Karena kami belum tahu laporanya. Tapi bagaimanapun juga ini sebuah risiko. Dan pasti kami hadapi, gak mungkin kita mundur,” tegas Anis, Rabu (2/9/2020) sore selepas keluar dari Ruang Sidang Musyawarah Terbuka Penyelesaian Sengketa Pemilihan Pilbup Malang 2020 di Kantor Bawaslu Jalan Trunojoyo, Kecamatan Kepanjen.

Kata Anis, KPU siap menghadapi dan tak mungkin akan mundur. “Kita hadapi. Karena kita sudah melakukan sesuatu dan harus kita pertahankan. Ini risiko kami sebagai penyelenggara,” ucap Anis.

Menurut Anis, pihaknya sudah bekerja sesuai regulasi yang ada. Soal adanya pengurangan data vermin yang disangkakan Tim Malang Jejeg, apa yang dilakukan KPU hasil arahan dari Bawaslu. “Kami tidak mengurangi, data itu justru kita cermati sesuai arahan Bawaslu dan diduga ganda. Jadi kita lakukan pencermatan kembali,” paparnya.

Soal hasil dari Sidang Musyawarah Terbuka? “Belum ada hasil dari agenda hari sidang musyawarah hari ini,” tuturnya.

Anis melanjutkan, terkait tim Mslang Jejeg yang berpatokan KPU melanggar PKPU nomer 6, aturan itu adalah satu tahapan verifikasi yang harus dilakukan ditengah pandemi Covid-19.

“PKPU nomer 6 ini bukan regulasi baru, tapi sudah lama. Hanya saja mengatur tahapan ditengah pandemi Covid-19. Soal kita harus bersurat dulu ke KPU RI soal vermin (Verifikasi Administrasi), ini hanya perbedaan persepsi. Dimana keputusan nomer 82 ini petunjuk teknis verfak, dasarnya PKPU terkait pencalonan. Kalau PKPU nomer 6 soal tahapan ditengah pandemi Covid. Sementara PKPU nomer 3 tahun 2017 dan nomer 5 serta nomer 18 tahun 2019, tentang pencalonan dan dukungan verfak bakal calon perseorangan,” Anis mengakhiri. [yog/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar