Politik Pemerintahan

Dikunjungi Mas Dhito, Warga Minta Embung Kalibago Dijadikan Destinasi Wisata

Kediri (beritajatim.com) – Memasuki awal bulan November 2020, Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono menggelar agenda kampanye dengan mengunjungi Embung Kalibago di Dusun Kalibago, Desa Kalipang, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Bangunan konservasi air untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat tersebut berada di lereng Gunung Wilis.

Dalam kunjungan ini, putra Seskab Pramono Anung berdialog dengan masyarakat setempat. Mas Dhito, panggilan akrab pria 28 tahun itu ingin menyerap aspirasi warga untuk mengetahui persoalan yang tengah dihadapi.

Samantan, perwakilan Karang Taruna Dusun Kalibago berharap, Hanindhito Pramono terpilih dalam Pilkada Kediri, 9 Desember 2020 sehingga dapat mewujudkan keinginan masyarakat Dusun Kalibago. Atas nama organisasi kepemudaan, ia berharap Embung Kalibago nantinya dapat dikembangkan menjadi sebuah destinasi wisata.

“Kami atas nama Karang Taruna Dusun Kalibago berharap bisa diberi akses listrik dan dipromosikan kepada masyarakat luas agar mereka tahu. Jika biasanya hanya untuk tempat pemancingan, semoga nantinya bisa dijadikan tempat wisata,” kata Samanta.

Untuk menyulap Embung Kalibago menjadi tempat wisata, menurut Samanta, jaringan listrik menjadi kebutuhan utama. “Supaya nantinya warga bisa membangun warung-warung kecil disini. Bisa diberi fasilitas pendukung tempat wisata yang lain, supaya menarik,” pintanya.

Berbeda dengan Samanta, Sunar, sebagai penjaga DAM Kalibago memiliki aspirasi lain. Dia minta agar kelak setelah Mas Dhito menjadi Bupati Kediri dapat membangunkan plengsengan di sisi kanan dan kiri embung agar terhindar dari longsor.

Niki asline naminipun Embung Mberang. Kulo engkang jagi teng mriki. Kulo nyuwun mangke mas Dhito saget dikeduk kini dan dikupas lumpurnya. Lajeng diplengsen kanan kirinya, kersane mboten longsor. (baca : ini nama aslinya Embung Berang. Saya yang berjaga disini. Saya minta nanti Mas Dhito, dikeruk dan dinaikkan lumpurnya dan diberi plengsengan kanan kirinya agar tidak longsor),” ucap Sunar.

Mas Dhito mengaku, menerima seluruh usulan masyarakat. Tetapi karena Embung Kalibago menjadi wewenang Pemerintah Provinsi Jawa Timur, nantinya ia akan berbicara dengan pemerintah tingkat satu tersebut.

“Disampaikan oleh warga di Dusun Kalibago, ingin Embung Kalibago menjadi tempat wisata. Tetapi saya sampaikan bukannya saya melarang tidak, kalau dijadikan destinasi wisata, maka akses jalannya belum memadai, dan ini daerah yang cukup sering terjadi longsor, maka perlu adanya mitigasi bencana terlebih dahulu,” ujar Mas Dhito.

Secara geografis Embung Kalibago memang berada di daerah lereng Gunung Wilis. Cekungan yang digunakan untuk mengatur dan menampung suplai aliran air hujan tersebut diapit oleh pegunungan yang miring. Tak heran apabila tebing di kanan kirinya sering longsor. Maka Mas Dhito memandang perlu adanya mitigasi bencana terlebih dahulu.

“Mitigasi bencana, kita harus diskusi dengan BMKG dan beberapa instansi terkait. Ada guru besar saya di UGM namanya Bu Dwi Korita, beliau ahli mitigasi bencana. Nanti kita dikusikan. Apakah itu nanti akan dibuat kontur yang sesuai dengan peruntukannya, atau seperti apa,” katanya.

Kunjungan ke Embung Kalibago ini merupakan bagian dari agenda kampanye Mas Dhito. Sebelumnya, ia blusukan dan membagikan sayur kepada masyarakat di Desa Bakalan, Kecamatan Grogol. Selanjutya, Mas Dhito blusukan ke Industri Genteng dan Alat Pertanian yang ada di Desa Datengan, Kecamatan Grogol. [nm/ted].





Apa Reaksi Anda?

Komentar