Politik Pemerintahan

Dikaitkan Mafia Perizinan, Ini Tanggapan Eri Cahyadi

Eri Cahyadi

Surabaya (beritajatim.com) – Sempat dikaitkan dengan skandal mafia perizinan di lingkungan Pemkot Surabaya, Kepala Bappeko Eri Cahyadi enggan memberikan komentarnya. Hal itu diketahui saat Ia ditemui di DPRD Surabaya, Senin (4/11/2019). “Mafia perizinan apa saya sudah nggak di cipta karya,” kata Eri singkat.

Begitu pula ketika ditanya terkait tudingannya menggunakan APBD untuk sosialisasi Pilwali Surabaya. Sering disebut sebagai anak emas Wali Kota Risma, nama Eri santer di bursa Wali Kota Surabaya. “Untuk apa ditanggapi, nggak melakukan itu kok harus menanggapi,” katanya singkat.

Sebagai informasi, isu ini mencuat dalam interupsi yang muncul pada Sidang Paripurna di Gedung DPRD Surabaya, Kamis (31/10/2019).

Sekretaris Fraksi Demokrat-Nasdem Imam Syafi’i adalah salah satu anggota DPRD Surabaya yang bersuara lantang terkait permasalahan itu. Menurutnya, Eri Cahyadi yang juga santer disebut sebagai anak emas Wali Kota Risma itu sering melewati batas dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala Bappeko.

“Ini kan mau Pilwali, saya langsung saja, Kepala Bappeko itu sering offside. Hal-hal yang seharusnya dikerjakan Kepala Dinas langsung dikerjakan sendiri. Sampai masuk-masuk ke Kelurahan segala dan menjanjikan ke RW-RW akan mengakomodir programnya. Sampai menjanjikan kalau nggak bisa bakal mundur. Ini kan nggak bener,” ujar Imam usai Sidang Paripurna.

“Seharusnya, kan Kepala Bappeko hanya di taraf perencanaan saja. Lagipula, kalau dalam kaitan Pilwali, harusnya semuanya ini mendapatkan kesempatan yang sama dalam bersosialisasi. Tidak ada yang boleh diuntungkan dengan APBD atau lainnya,” tegas Imam lebih lanjut. [ifw/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar