Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Dijagokan Maju Ketum PBNU, Gus Ipul Bilang Tidak Sanggup, Mengapa?

Saifullah Yusuf (Gus Ipul)

Surabaya (beritajatim.com) – Nama Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang saat ini menjabat Wali Kota Pasuruan disebut-sebut untuk maju menjadi Ketua Umum PBNU pada muktamar NU mendatang.

Ada dua kandidat Ketua Umum PBNU yang dijagokan Ketua Ikatan Gus-gus Indonesia (IGGI), Dr KH Fahrur Rozi di muktamar NU mendatang. Keduanya adalah KH Yahya Cholil Staquf (Rembang) dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Dihubungi beritajatim.com, Jumat (24/9/2021) sore, Gus Ipul, panggilan akrab Saifullah Yusuf, mengucapkan, terima kasih karena namanya sudah disebut-sebut.

“Saya terima kasih yang sudah menyebut nama saya. Tapi saya pastikan, saya tidak sanggup. Masih banyak yang lebih layak dan pantas memimpin NU. Salah satunya adalah Gus Yahya Staquf. Kiai Said Aqil sudah bagus memimpin NU dua periode. Kini saatnya melakukan regenerasi. Itu ada pada sosok Gus Yahya,” kata Gus Ipul.

Diberitakan sebelumnya, Gus Fahrur, panggilan akrab Dr KH Fahrur Rozi, mengemukakan, NU Jatim mendorong pelaksanaan muktamar NU pada tahun 2021 ini. “Pandemi Covid-19 jangan dijadikan alasan menunda-nunda muktamar,” katanya.

Muktamar NU akan menentukan langkah ormas Islam ini 5 tahun ke depan, termasuk dalam menentukan kepemimpinannya. Dalam pandangan Gus Fahrur, NU membutuhkan regenerasi, sehingga gerak dinamis NU terus terjaga. “Gus Yahya dan Gus Ipul adalah dua tokoh muda NU yang sudah layak memimpin ormas Islam ini,” tegasnya.

KH Yahya Cholil Staquf adalah anak kandung KH Cholil Bisri, mantan politikus PPP dan PKB yang juga pimpinan Pondok Roudhlatut Tholibin Kabupaten Rembang Jateng. Yahya Cholil Staquf pernah menjabat sebagai juru bicara Presiden Gus Dur. Alumni Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini juga kakak kandung dari Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas.

Sedangkan Gus Ipul yang sekarang menjabat sebagai Wali Kota Pasuruan memiliki pertalian darah dengan pendiri Pondok Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang. Gus Ipul pernah menjabat dua periode sebagai Ketua Umum PP GP Ansor dan dua periode sebagai Wakil Gubernur Jatim mendampingi Gubernur Soekarwo.

Sebagai politikus dan aktivis kemasyarakatan, Gus Ipul juga pernah berkiprah sebentar di PDIP dan PKB. “Pengalaman dan jam terbang keduanya cukup memadai untuk memimpin NU. Sudah waktunya terjadi regenerasi di PBNU,” tandas Gus Fahrur. [tok/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar