Politik Pemerintahan

Digugat Rp 533 Juta, Bawaslu Jatim: Kami Ready to Fight

Purnomo Satriyo Pringgodigdo

Jember (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu Jawa Timur tak gentar menghadapi gugatan perdata Rp 533 juta dari Camat Tanggul Muhammad Ghozali di Pengadilan Negeri Jember. Mediasi menghadapi jalan buntu.

“Bukti-bukti sudah kami siapkan. Jadi kami ready to fight pada waktunya (persidangan) nanti,” kata Purnomo Satriyo Pringgodigdo, Komisioner Divisi Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Jatim, usai mediasi di Pengadilan Negeri Jember, Kamis (30/7/2020).

Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Jember, Jawa Timur, dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) digugat oleh Muhammad Ghozali untuk membayar ganti rugi Rp 533 juta, karena dianggap melakukan perbuatan melawan hukum, menyusul terbitnya surat rekomendasi sanksi terhadap Ghozali.

Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) merekomendasikan agar Ghozali dijatuhi sanksi disiplin sedang, karena terbukti melanggar netralitas aparatur sipil negara dengan mengampanyekan Bupati Faida yang mencalonkan diri kembali dalam pemilihan kepala daerah.

Semua berawal dari beredarnya sebuah klip berdurasi 21 detik di media sosial yang mempertontonkan Muhammad Ghozali sedang mengajari seorang perempuan tua difabel agar mengucapkan ‘salam dua periode’ dan dukungan untuk bupati. Video tersebut dibuat, saat Ghozali menyalurkan bantuan kursi roda dari Dinas Sosial Jember kepada perempuan tua difabel warga Desa Kramat Sukoharjo pada 13 Februari 2020.

“Mediator menutup proses mediasi, di mana tidak ada kesepakatan di antara pihak terhadap gugatan ini. Memang ada perubahan tuntutan yang diajukan penggugat. Pertama, berkaitan dengan sanksi, penggugat minta agar sanksinya diturunkan jadi sanksi ringan. Kedua, penggugat juga minta agar ada biaya yang ditanggung renteng kami para tergugat (Bawaslu dan KASN),” kata Purnomo.

“Masalahnya adalah kami para tergugat tidak merasa ada prosedur yang kami salahi di situ. Kedua, peraturan di perundang-undangan pun sudah mengatur jelas: sanksi ringan itu kenapa, sanksi sedang kenapa, sanksi berat kenapa. Jadi kami pada posisi tidak bisa menerima tawaran penggugat,” kata Purnomo.

Logo Bawaslu

Menurut Purnomo, sebenarnya tergugat sudah mengusulkan agar sanksi sedang yang diterima Ghozali adalah sanksi sedang yang paling ringan. Namun Ghozali menginginkan agar level sanksi yang diterima diturunkan.

Sementara itu, Mohammad Husni Thamrin, pengacara Ghozali, menjelaskan, mediasi sudah dilakukan dua kali. “Ternyata kami sepakat untuk tidak sepakat. Karena ini perkara perdata, sampai sebelum dibacakan putusan, masih ada kesempatan. Mudah-mudahan ada titik temu. Agenda berikutnya pembacaan gugatan, tinggal menunggu panggilan majelis hakim. Kira-kira dua sampai tiga minggu ke depan. Ini perkara biasa saja. Tidak ada yang luar biasa,” katanya. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar