Politik Pemerintahan

Digugat, Bawaslu Jember Malah Perketat Pengawasan

Kepala Bawaslu Jember Thobroni Pusaka

Jember (beritajatim.com) – Gugatan hukum di pengadilan negeri oleh Camat Tanggul Muhammad Ghozali tak membuat Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Jember, Jawa Timur, kendur. Mereka justru akan memperketat pengawasan dalam pemilihan kepala daerah.

“Kami menjalankan tugas sesuai amanat undang-undang dan mengikuti standar prosedur dalam Peraturan Bawaslu RI. Pelanggaran akan kami tindak tegas, selama terbukti dan dapat memenuhi unsur,” kata Ketua Bawaslu Jember Thobrony Pusaka, Minggu (21/6/2020).

“Gugatan ini tidak mengendurkan semangat kami untuk menjaga dan mengawasi proses demokrasi di Indonesia, khususnya pilkada. Malah kami semakin tertantang mengetatkan pengawasan di setiap lini dalam pilkada,” tambah Thobrony.

Dalam catatan beritajatim.com, sepanjang 2019-2020, selain memutus bersalah Ghozali, Bawaslu Jember pernah memutus bersalah Bupati Faida karena terbukti mengampanyekan suaminya sendiri dalam acara resmi kepala desa saat pemilihan legislatif. Sementara itu, ada juga beberapa laporan yang tak bisa ditindaklanjuti karena tak cukup adanya bukti dan unsur yang memenuhi.

Camat Tanggul Muhammad Ghozali menggugat Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Jember, Jawa Timur, dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), serta menuntut ganti rugi Rp 533 juta. Gugatan perdata didaftarkan oleh kuasa hukum Mohammad Husni Thamrin ke Pengadilan Negeri Jember dan mendapat nomor register 52/Pdt.G/2020/PNJmr. Bawaslu Jember menjadi tergugat satu dan KASN tergugat dua.

Ketua Bawaslu Jember Thobroni Pusaka

Bawaslu dan KASN dianggap melakukan perbuatan melawan hukum, menyusul terbitnya surat rekomendasi sanksi terhadap Ghozali. Berdasarkan hasil pemeriksaan Bawaslu Jember, KASN merekomendasikan agar Ghozali dijatuhi sanksi disiplin sedang, karena terbukti melanggar netralitas aparatur sipil negara dengan mengampanyekan Bupati Faida yang mencalonkan diri kembali dalam pemilihan kepala daerah.

Semua berawal dari beredarnya sebuah klip berdurasi 21 detik di media sosial yang mempertontonkan Muhammad Ghozali sedang mengajari seorang perempuan tua difabel agar mengucapkan ‘salam dua periode’ dan dukungan untuk bupati. Video tersebut dibuat, saat Ghozali menyalurkan bantuan kursi roda dari Dinas Sosial Jember kepada perempuan tua difabel warga Desa Kramat Sukoharjo pada 13 Februari 2020. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar